Tantangan Membesarkan Anak Generasi Alfa, Bagaimana Orang Tua Menghadapinya?

1 Oktober 2025 13:19 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tantangan Membesarkan Anak Generasi Alfa, Bagaimana Orang Tua Menghadapinya?
Membesarkan anak-anak generasi alfa atau yang lahir di tahun 2010 ke atas memiliki tantangan yang tidak mudah bagi para orang tua. Apa saja tantangannya?
kumparanMOM
Ilustrasi bermain bersama anak. Foto: Nattakorn_Maneerat/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bermain bersama anak. Foto: Nattakorn_Maneerat/Shutterstock
Anak-anak generasi alfa atau kelahiran tahun 2010 ke atas membawa tantangan yang berbeda dibanding generasi-generasi sebelumnya. Tumbuh di era serba digital membuat mereka tumbuh dengan akses informasi tanpa batas, cepat belajar, kritis, dan terbiasa dengan teknologi sejak dini.
Kondisi ini juga mau tidak mau menuntut orang tua lebih adaptif dan bisa mengimbangi kebutuhan anak-anak mereka saat ini, termasuk menerapkan pola asuh yang relevan, agar siap menghadapi tantangan masa depan yang lebih kompleks.
Tetapi, masa-masa ini juga menjadi tantangan tersendiri karena anak-anak terbiasa mendapatkan segala informasi dengan cepat dan mudah terdistraksi.
"Anak-anak sekarang mudah terdistraksi, attention span (waktu yang dibutuhkan untuk berkonsentrasi sebelum terdistraksi), sehingga berkorelasi dengan anak sulit mengelola emosi, meregulasi sesuatu, dan itu berpotensi menyebabkan masalah," jelas psikolog anak Ayoe Sutomo, dalam acara peluncuran kampanye 'Bekal Seru Semua Aksimu' oleh Diamond UHT Milk di Scientia Square Park, Tangerang, beberapa waktu lalu.
Hal lain yang juga kerap menjadi tantangan membesarkan anak generasi alfa adalah cepat bosan. Coba dipikir kembali, seberapa sering Anda memberikan stimulasi kepada anak? Ternyata, menurut Ayoe, terlalu banyak distraksi juga menyebabkan anak-anak cepat bosan.
"Misalkan, ketika anak lagi menonton sesuatu, tapi belum selesai dia bisa menggantinya dengan tontonan lain. Stimulasinya kebanyakan. Jadi anak sebenarnya multitasking. Tapi, kita latih bagaimana anak tetap bisa fokus," tegas Ayoe.
Peran Penting Orang Tua untuk Bantu Tumbuh Kembang Anak Generasi Alfa
Di fase penting anak ini, Ayoe menilai orang tua perlu berperan sebagai sosok yang autoritatif, yaitu mendukung keinginan anak tetapi tetap memberi batasan, hadir, dan responsif terhadap kebutuhan anak.
"Karena stimulasi yang tidak diimbangi dengan kemampuan untuk membuat suatu aktivitas yang terstruktur bagi anak, maka berpotensi ke mana-mana, makanya perlu untuk ada struktur. Struktur yang bikin orang tua sendiri," tutur Ayoe.
Hal mudah yang bisa dilakukan, misalnya, menerapkan jadwal harian dan kesepakatan, namun dibuat dan dibahas dengan cara yang menyenangkan. Mengapa hal ini penting? Karena nantinya, akan mendorong si kecil untuk belajar bernegosiasi dengan orang tuanya. Karena seperti yang diketahui, anak-anak generasi alfa cenderung lebih kritis dan memiliki keinginantahuan yang tinggi.
Lebih lanjut, membesarkan anak generasi alfa bagi orang tua yang tinggal di daerah perkotaan besar menambah tantangan tersendiri. Begitu sibuknya aktivitas di perkotaan, orang tua bekerja, hingga semua yang dicari lebih mudah didapat, membuat pola asuh ke anak juga akan cenderung berbeda.
"Saya sering bilang ke orang tua di perkotaan besar, membersamai anak menjadi challenge tersendiri. Sehingga membawa anak keluar, bermain di alam, kemudian stimulasi seluruh sensorinya, itu satu tantangan yang challenging. Dan ketika tidak terstimulasi, maka tumbuh kembangnya akan bermasalah," tutup dia.
Trending Now