Tips Ajari Anak Makna Kompetisi dan Kegagalan

15 September 2025 13:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips Ajari Anak Makna Kompetisi dan Kegagalan
Beberapa tips bisa dicoba, agar anak tak hanya menganggap kompetisi sebagai ajang menang dan kalah saja.
kumparanMOM
IBL x Blackmores Koalakids. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
IBL x Blackmores Koalakids. Foto: kumparan
Beberapa anak mungkin hanya menganggap kompetisi sebatas menang dan kalah saja. Padahal, makna kompetisi bisa lebih dari itu. Lewat kompetisi anak bisa belajar tentang pentingnya berusaha, menerima hasil dengan lapang dada, dan tetap suportif dalam mengikuti berbagai perlombaan.
Nah Moms, di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan. Saat anak didampingi dengan sabar, mereka akan melihat kompetisi sebagai ruang belajar, bukan tekanan. Dari sini, si kecil bisa berlatih mengendalikan emosi, bekerja sama, hingga memahami bahwa menang atau kalah, anak tetap berharga.
Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, M.Psi., Psikolog., mengingatkan bahwa pengalaman kompetisi menyentuh seluruh aspek perkembangan anak, mulai dari physical, intellectual, language, emotional, hingga social (PILES).
β€œOrang tua bisa menjadikan kompetisi sebagai wadah belajar anak. Bukan hanya tentang pencapaian, tapi juga bagaimana mereka mengelola emosi, menghargai proses, dan membangun rasa percaya diri,” kata Vera , di acara IBL x Blackmores Health & Hoops Clinics, Sabtu (13/9).
Namun, jangan lupa bahwa kegagalan bisa terasa sangat berat bagi anak. Sehingga, bila si kecil menghadapi momen tersebut, mereka perlu belajar arti ketangguhan.
Terkait hal itu, Pelatih Tim Nasional Basket Putra Indonesia dan Pelita Jaya Basketball Jakarta, Coach David Singleton, membagikan kisahnya soal makna kegagalan yang pernah ia hadapi.
β€œSaya gagal jauh lebih banyak daripada menang. Namun, dari kegagalan itu saya belajar membentuk karakter dan daya juang. Jadi kegagalan itu bukan akhir,” kata David Singleton, pada acara yang sama.
David pun memberikan beberapa tips saat anak menghadapi kegagalan, sesuai dengan pengalamannya.

Tips agar Anak Tidak Kecewa saat Menghadapi Kegagalan

Ilustrasi anak main basket. Foto: Shutterstock
Ya Moms, pastikan anak memahami bahwa kegagalan bukanlah akhir, melainkan proses untuk melangkah lebih jauh. Sehingga, orang tua perlu memberikan dukungan, agar anak belajar melihat kekalahan sebagai pengalaman, bukan sekadar rasa kecewa.
Selain pendampingan emosional, anak juga memerlukan tubuh yang sehat untuk menghadapi berbagai tantangan. Pastikan si kecil mendapat asupan bernutrisi seimbang, dan konsumsi suplemen bila dibutuhkan. Dengan begitu, anak lebih siap menghadapi kompetisi dalam bentuk apa pun.
Trending Now