Tips Berhubungan Seks yang Aman saat Hamil 9 Bulan

2 November 2025 17:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips Berhubungan Seks yang Aman saat Hamil 9 Bulan
Tips berhubungan seks saat hamil 9 bulan ini bisa Anda coba, Moms! Tapi pastikan kehamilan aman dan sudah atas persetujuan dokter, ya.
kumparanMOM
Ilustrasi posisi seks women on top. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi posisi seks women on top. Foto: Getty Images
Seks saat hamil sering menjadi pertanyaan besar ketika usia kehamilan sudah memasuki bulan ke-9, atau menjelang waktu melahirkan. Perut yang semakin membesar, napas yang lebih cepat dan terasa pendek, hingga kecemasan menjelang persalinan, semuanya wajar dialami.
Namun, bukan berarti Anda dan pasangan harus berhenti menjaga keintiman, Moms. Selama kondisi kehamilan sehat dan dokter tidak melarang, aktivitas seksual masih boleh dilakukan β€” tentu dengan beberapa penyesuaian demi kenyamanan Anda, ya!

Tips Berhubungan Seks yang Aman saat Hamil

Ilustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock
1. Pastikan Kehamilan Aman
Sebelum berhubungan, perlu dipastikan bahwa kehamilan Anda tidak memiliki komplikasi seperti:
Jika dokter atau bidan menyarankan untuk mengurangi atau menghindari aktivitas seksual, ikutilah anjuran tersebut demi keselamatan Anda dan bayi, ya.
2. Pilih Posisi yang Tidak Menekan Perut
Saat hamil 9 bulan, posisi yang memberi tekanan pada punggung dan perut bisa membuat Anda sulit bernapas atau merasa tidak nyaman. Posisi yang cenderung lebih aman, seperti:
Fokus utamanya adalah kenyamanan dan kontrol pada tubuh Anda, Moms!
3. Dengarkan Tubuh
Jika Anda mulai merasakan:
Segera hentikan aktivitas dan istirahat. Pada usia ini, tubuh lebih mudah lelah dan sensitif terhadap tekanan. Jangan ragu untuk bilang β€œstop dulu ya” kapan pun saat Anda merasa tidak nyaman.
4. Jangan Khawatir Berlebihan soal Bayi
Banyak calon ibu yang cemas bahwa seks saat hamil 9 bulan dapat melukai bayi. Faktanya, bayi tetap terlindungi oleh otot rahim yang kuat, cairan ketuban, dan sumbat lendir di leher rahim.
Selama tidak ada kondisi medis tertentu, bayi tidak akan β€œterganggu” oleh aktivitas seksual orang tuanya. Jadi, Anda boleh fokus pada kebahagiaan dan rasa terhubung dengan suami tanpa cemas!
5. Arahkan Fokus ke Keintiman, Bukan Penetrasi
Jika penetrasi mulai terasa tidak nyaman, Anda bisa memilih bentuk keintiman lain, misalnya:
Hubungan seksual yang berkualitas adalah tentang kedekatan dan kasih sayang β€” bukan hanya satu bentuk aktivitas.
6. Hati-hati Jika Ada Tanda Persalinan
Karena hormon di tubuh Anda sedang mempersiapkan kelahiran, orgasme kadang dapat memicu kontraksi ringan. Ini normal. Namun, jika kontraksi teratur dan semakin sering, atau terjadi pecah ketuban, segera hubungi dokter atau bidan Anda.
Trending Now