Tips Hadapi Anak yang Kecewa karena Kalah Lomba 17 Agustus

17 Agustus 2025 11:13 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tips Hadapi Anak yang Kecewa karena Kalah Lomba 17 Agustus
Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak mengelola emosinya saat menghadapi kekalahan di lomba 17 Agustus.
kumparanMOM
Sejumlah anak mengikuti lomba tarik tambang di lapangan Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (13/8). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anak mengikuti lomba tarik tambang di lapangan Teuku Umar Meulaboh, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (13/8). Foto: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Perayaan Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus selalu identik dengan berbagai lomba seru, terutama bagi anak. Mulai dari lomba memindahkan bola, balap karung, hingga tarik tambang, semua diikuti dengan penuh semangat. Namun, dalam setiap kompetisi pasti ada yang menang dan ada yang kalah.
Ya Moms, kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup, termasuk dalam kompetisi seperti lomba 17-an. Reaksi anak-anak pun beragam dalam menghadapi kekalahan. Ada yang biasa saja, tapi juga ada yang kecewa, menangis, hingga enggan ikut lomba lagi di tahun berikutnya.
"Sebagai orang tua, kita bertanggung jawab untuk membantu anak-anak menghadapi situasi yang tidak berjalan sesuai keinginan mereka. Semakin baik Anda mengajarkan hal ini kepada anak, semakin baik pula mereka (mengelola emosinya) saat dewasa," ujar Psikolog Anak, Joseph Austerman, dikutip dari Cleveland Clinic.
Lantas, apa yang harus dilakukan apabila anak mengalami kekalahan saat ikut lomba 17-an?
Sejumlah anak mengikuti lomba makan kerupuk dalam rangka merayakan HUT ke-78 RI di kawasan Cilandak Barat, Jakarta, kamis (17/8/2023). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Cara Membantu Anak Mengatasi Rasa Kecewa karena Kalah Lomba 17 Agustus

1. Ajak Anak Berdiskusi tentang Arti Menang dan Kalah
Sebelum perlombaan dimulai, luangkan waktu untuk mengajak anak berdiskusi. Bicarakan bahwa dalam setiap lomba, menang dan kalah adalah hal yang wajar. Jelaskan bahwa tujuan utama bukan hanya menjadi juara, tapi juga belajar bekerja sama, berlatih dengan sungguh-sungguh, dan mencoba melakukan usaha yang terbaik.
2. Dengarkan Perasaan Anak
Anak-anak mengikuti lomba balap karung dalam rangka HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pasar Tradisional Manonda di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (17/8/2023). Foto: Mohamad Hamzah/ANTARA FOTO
Cara selanjutnya, saat anak mengalami kekalahan, hindari langsung memberikan nasihat atau membantah perasaannya. Biarkan mereka mengekspresikan rasa kecewa, marah, atau sedih. Dengarkan dengan empati. Validasi perasaan mereka, lalu bantu anak melihat sisi positif dari pengalaman tersebut.
3. Berikan Pujian
Anak-anak butuh merasa dihargai atas usahanya, bukan hanya atas hasil akhirnya. Jadi, puji si kecil karena sudah berani mencoba, semangat saat lomba, atau karena tidak menyerah. Selain itu, hindari pula membandingkan anak dengan peserta lain, karena hal itu justru bisa menurunkan rasa percaya dirinya.
4. Tunjukkan Contoh yang Baik
Penting bagi orang tua untuk memberikan contoh dalam menghadapi kekalahan. Misalnya, ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai harapan, tunjukkan bagaimana cara tetap tenang dan menerima situasi dengan bijak.
5. Bersabar dan Terus Dukung Anak
Ilustrasi Ibu dan Anak. Foto: Shutter Stock
Psikolog Anak, Austerman, menekankan pentingnya kesabaran dalam mendampingi anak yang mengalami kekalahan. Sebab, perlu waktu bagi anak untuk memahami dan mengelola emosi mereka. Tugas orang tua adalah terus memberikan dukungan, dorongan, serta sikap positif yang mereka tunjukkan.
"Ini adalah proses seiring pertumbuhan anak. Teruslah memuji anak-anak Anda atas usaha dan perilaku baik mereka. Ini akan membantu mereka belajar bagaimana menangani dan mengatasi situasi yang membuat frustasi," ungkap Austerman.
Trending Now