Tips Latih Kedisiplinan untuk Anak Usia 6 β 9 Tahun
8 Mei 2022 9:00 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
Tips Latih Kedisiplinan untuk Anak Usia 6 β 9 Tahun
Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk melatih kedisiplinan pada anak usia 6 β 9 tahun.kumparanMOM

Mungkin sebagian ibu menganggap pola pengasuhan bagi anak usia sekolah cenderung lebih mudah daripada saat mereka masih balita. Namun hal itu tak sepenuhnya benar, Moms. Sebab berbeda usia, akan berbeda juga tantangan pengasuhan yang dihadapi.
Anak usia 6-9 tahun, misalnya. Mereka mungkin lebih mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari bahkan mampu membantu orang tua membereskan rumah. Di sisi lain mereka sedang sangat aktif dan mulai sulit diatur.
Selain itu, Anak usia 6-9 tahun merasa mereka bukan lagi anak kecil dan sudah bisa protes terhadap aturan yang dibuat bersama orang tua. Seperti durasi bermain, menonton TV, bermain gadget, dan lain-lain.
Ya Moms, perkembangan yang dialami si kecil membuatnya mulai pandai mengatur strategi untuk kepentingan dirinya sendiri yang tak jarang memunculkan perilaku kurang baik, seperti berbohong, membangkang, hingga kurang disiplin dalam mengerjakan sesuatu.
Oleh karena itu orang tua juga perlu mengatur pola pengasuhan dengan melatih kedisiplinan si kecil. Seperti apa pola pengasuhan yang cocok? Simak tips yang dilansir Verywell Family berikut ini:
Tetap Terhubung dengan Anak
Saat anak melakukan hal-hal yang menurut Anda kurang baik, mungkin itu caranya mengkomunikasikan sesuatu pada Anda. Anak-anak cenderung kurang tahu cara mengidentifikasi dan mengekspresikan kebutuhan emosionalnya.
Untuk itu, tetaplah terhubung dengan si kecil ya, Moms. Menghabiskan waktu berkualitas dengan anak dapat mencegah masalah perilaku yang lebih buruk.
Perhatikan Pekerjaan Anak
Beberapa masalah perilaku bisa berasal dari rasa frustasi yang dirasakan anak karena mereka tidak memahami suatu pekerjaan atau tugas. Untuk itu, bantu si kecil untuk membangun kebiasaan baik melalui hal-hal yang ia lakukan, baik di rumah maupun di sekolah. Selalu pantau perkembangannya dan hindari beban yang terlalu berat agar anak tidak kesulitan saat mengerjakannya.
Berikan Alasan dari Aturan Anda
Orang tua terkadang memberikan aturan tanpa menjelaskan alasannya pada anak. Hal itulah yang membuat anak kerap melanggarnya.
Untuk itu, berikan alasan yang jelas tentang aturan Anda ya, Moms. Hal ini akan membuat anak mengerti bahwa aturan bukan untuk membatasinya, tetapi demi keselamatan dan kesehatannya.
Tenang, tapi Tegas
Alih-alih memarahi anak yang berperilaku kurang baik, usahakan agar Anda tetap tenang dalam menghadapinya. Sikap tenang ini tetap perlu dibarengi dengan ketegasan agar anak bisa mengerti maksud Anda dengan jelas. βGunakan nada suara yang jelas, tegas, tapi lembut. Berteriak hanya membuat anak Anda merasa takut,β jelas psikolog Martha Horta-Granados.
Gunakan Pendekatan yang Tepat
Dalam mengasuh anak, Anda membutuhkan pendekatan yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Salah satu yang bisa Anda coba yaitu pendekatan otoritatif. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mengarah pada hasil yang paling sukses pada anak-anak.
Meskipun begitu, bukan berarti Anda bisa sepenuhnya otoriter dan memegang semua kendali ya, Moms. Di samping menegakkan aturan yang masuk akal, terus dampingi anak untuk berkembang dan tunjukkan empati padanya. Cara ini bisa membuat Anda menjadi orang tua yang berwibawa dan membuat anak lebih bertanggung jawab.
