Vaksinasi Anak Bikin Khawatir? Ini yang Perlu Dipahami, Moms!
24 Juli 2025 11:43 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Vaksinasi Anak Bikin Khawatir? Ini yang Perlu Dipahami, Moms!
Beberapa orang tua merasa khawatir dengan efek samping vaksin, seperti demam atau nyeri, sehingga ragu untuk membawa anak vaksin.kumparanMOM

Padahal, vaksinasi penting untuk mencegah penyakit serius dan melindungi anak dari risiko cacat hingga kematian. Selain itu, sebetulnya demam setelah vaksinasi adalah kondisi yang wajar. Gejala yang muncul juga biasanya tergolong ringan dan mudah diatasi.
"Dari tidak ada sama sekali gejala, sampai efek samping yang paling berat. Vaksin itu pasti ada risiko," ujar Dokter Spesialis Anak, dr. Jessica Sugiharto, Sp.A, dalam webinar soal Panduan Lengkap Orang Tua: Upaya Preventif Dukung Tumbuh Kembang, Selasa (22/7).
Yang Perlu Dipahami Orang Tua soal Vaksinasi Anak
1. Demam adalah Tanda Vaksin Bekerja
dr. Jessica menyebut, demam merupakan salah satu Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) yang paling sering muncul dan banyak dikeluhkan orang tua.
"Misalnya paling sering itu terjadi adalah kan demam. Atau nyeri di daerah suntikan. Sehingga anak itu rewel, marah seperti itu," kata dr. Jessica.
Tapi Moms, sebetulnya demam setelah vaksinasi justru menandakan bahwa vaksin sedang bekerja di dalam tubuh anak. Sehingga ia mendapat antibodi baru yang akan membuat tubuhnya tidak mudah terserang virus dan penyakit di kemudian hari.
2. Atasi dengan Obat Penurun Demam atau Pereda Nyeri
Dokter biasanya akan menyarankan agar orang tua membawa obat pereda nyeri atau demam saat anak akan divaksin, guna mengurangi rasa tidak nyaman pasca vaksinasi.
"Atau mungkin ada beberapa efek samping berat. Misalnya alergi dengan komponen vaksin itu juga ada," ujarnya.
Kendati demikian, dr. Jessica menyebut, kasus anak alergi terhadap komponen vaksin sangat jarang terjadi. Berdasarkan penelitian yang ada, dari 1 juta anak yang divaksin, belum tentu ada 1 anak mengalami efek samping berat.
"Dan setiap kita memberikan vaksin, pasti kita akan observasi atau kita selalu tunggu anaknya sekitar 15 hingga 30 menit untuk melihat apakah ada efek samping tersebut atau tidak," tutur dr. Jessica.
Risiko Jika Anak Tidak Divaksin
Vaksinasi memang memberikan efek samping. Namun, anak yang tidak mendapatkan vaksin juga akan menyimpan bahaya. Lalu, apa yang terjadi bila anak tidak mendapatkan vaksinasi?
1. Muncul kembali penyakit-penyakit yang sudah dikendalikan, seperti salah satunya polio.
2. Dapat meningkatkan bahaya terhadap kelompok yang rentan, seperti balita atau lansia yang tidak bisa divaksin.
3. Meningkatkan beban psikososial. Misalnya, perawatan yang lama dapat meningkatkan biaya pengobatan.
4. Anak yang tidak divaksin berpotensi mengalami kecacatan. Kondisi ini bisa mengganggu tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.
5. Anak mengalami komplikasi jika terkena infeksi dan kondisinya cenderung akan jauh lebih berat. Misalnya, mengalami infeksi paru atau pneumonia, infeksi otak, encephalitis, kelumpuhan, bahkan kematian.
