Waspada Meningitis Tuberkulosis pada Bayi, Gejalanya Sering Tak Disadari!

6 Desember 2025 15:04 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waspada Meningitis Tuberkulosis pada Bayi, Gejalanya Sering Tak Disadari!
Waspada bakteri tuberkulosis bisa menyerang bayi. Kenali sumber penularannya untuk mencegah si kecil terkena penyakit ini, Moms
kumparanMOM
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Simplylove/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi sakit. Foto: Simplylove/Shutterstock
Kondisi bayi baru lahir masih begitu rentan karena daya tahan tubuhnya masih lemah. Karena itulah, di usia ini orang tua perlu memberi perlindungan ekstra agar si kecil tidak sampai terkena berbagai macam penyakit. Namun, kenyataannya, tidak semua bayi bisa benar-benar terbebas dari penyakit, Moms.
Seperti yang dialami oleh pengguna TikTok @lithayunitha. Bayinya yang kala itu berusia 2 bulan mengalami batuk dan demam selama satu bulan penuh. Sudah berkonsultasi dengan dokter, namun tidak menunjukkan gejala perbaikan.
Namun, sang ibu menyadari suatu keanehan saat bayi perempuannya itu melakukan tummy time: kepalanya tampak oleng dan tidak stabil. Lebih mengkhawatirkan lagi, matanya sering bergerak ke samping hingga bagian hitam matanya seolah menghilang.
Orang tua bayi itu kemudian membawanya ke rumah sakit untuk menjalani CT scan dan EEG. Hasil pemeriksaan menunjukkan sang bayi positif meningitis TB. Ia pun harus segera dipasang VP shunt untuk mengatasi tekanan berlebih pada otaknya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa TB pada bayi bukan hanya mungkin terjadi, tetapi juga bisa muncul tanpa gejala khas seperti pada orang dewasa, Moms.

Apa Penyebab Meningitis TB pada Bayi?

Ilustrasi bakteri penyebab meningitis Foto: Shutter Stock
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), meningitis tuberkulosis pada bayi disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB). Penularannya dapat terjadi melalui dua jalur:
Sejak dalam kandungan, jika ibu mengalami TB yang tidak terdeteksi saat hamil, lalu masuk ke plasenta dan janin.
Kontak erat setelah lahir, terutama dari ayah, ibu, pengasuh, atau orang dewasa lain di rumah yang memiliki TB aktif.
β€œKarena daya tahan tubuh bayi masih rendah, mereka berisiko tinggi terkena TB berat hingga meningitis,” ujar dr. Reza kepada kumparanMOM, Sabtu (6/12).
Itulah sebabnya bayi dapat mengalami kondisi berat seperti meningitis TB dalam waktu singkat.
Gejala TB pada Bayi yang Harus Diwaspadai
TB pada bayi sering tidak menunjukkan gejala khas seperti pada orang dewasa. Namun beberapa tanda berikut perlu diperhatikan:
Untuk memastikan adanya bakteri TB, dokter biasanya melakukan pemeriksaan penunjang seperti lembar fungsi untuk melihat apakah TB sudah menyebar dalam tubuh anak.

Pengobatan dan Kemungkinan Komplikasi

TB pada bayi bisa sembuh total, tetapi pengobatannya cukup panjang, Moms. Bayi harus menjalani terapi obat selama 9–12 bulan dan harus menghabiskan seluruh regimen agar bakteri benar-benar hilang.
Meski demikian, dr. Reza mengingatkan tetap ada risiko komplikasi pada bayi yang pernah mengidap meningitis TB.
β€œTB meningitis bisa meninggalkan komplikasi seperti gangguan pendengaran, kelainan saraf, atau keterlambatan perkembangan,” jelasnya.
Trending Now