1,5 Tahun Cika & Adek Hilang, Kenapa Baru Terungkap Usai Dinda Dimutilasi?

25 Juni 2025 15:11 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
1,5 Tahun Cika & Adek Hilang, Kenapa Baru Terungkap Usai Dinda Dimutilasi?
Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Septia Adinda atau Dinda (25 tahun) membuka tabir hilangnya Siska Oktavia Rusdi atau Cika (23) dan Adek Agustina (24) sejak Januari 2024.
kumparanNEWS
Kolase 3 korban pembunuhan di Sumbar: Septia Adinda, Siska Oktavia Rusdi (Cika), Adek Agustina. Dok Ist.
zoom-in-whitePerbesar
Kolase 3 korban pembunuhan di Sumbar: Septia Adinda, Siska Oktavia Rusdi (Cika), Adek Agustina. Dok Ist.
Kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap Septia Adinda atau Dinda (25 tahun) membuka tabir hilangnya Siska Oktavia Rusdi atau Cika (23) dan Adek Agustina (24) sejak Januari 2024.
Kurang lebih 1,5 tahun tak kunjung bersua, Cika dan Adek, ternyata sudah tak bernyawa.
Dalang pembunuhan dua mahasiswi STIE KBP Padang ini adalah Satria Juhanda alias Wanda (25), tidak lain juga merupakan tersangka pembunuhan dan mutilasi Dinda.
Satria Juhanda alias Wanda, si pemutilasi di Sumbar. Foto: Dok. Polres Padang Pariaman
Tewasnya Dinda pada 15 Juni 2025, membuat Cika dan Adek akhirnya ditemukan. Namun, Cika dan Adek sudah tinggal tulang belulang.
Usai ditangkap terkait pembunuhan dan mutilasi Dinda, Wanda mengaku telah membunuh dua perempuan lain yaitu Cika dan Adek. Jasadnya, dikubur di sumur tua.
Lokasi sumur itu berada di kediaman Wanda di Korong Lakuak, Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar). Wanda telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan tiga nyawa.
Lalu, kenapa Cika dan Adek baru ditemukan dalam kondisi sudah tewas setelah adanya korban baru Dinda yang dimutilasi di tangan tersangka yang sama?
Padahal, beberapa hari usai Cika dan Adek dinyatakan hilang pada 12 Januari 2024 itu, keluarga telah membuat laporan ke Polsek Batang Anai. Tersangka, juga menjadi orang yang juga ikut melaporkan kasus orang hilang tersebut.

Polisi Berikan Penjelasan

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir. Foto: kumparan
Polres Padang Pariaman tidak menampik, pada Januari 2024, terdapat laporan orang hilang yakni Cika dan Adek ke Polsek Batang Anai. Laporan diterima saat itu, polisi mengklaim sudah berbagai upaya melakukan proses pencarian.
Kapolres Padang Pariaman, AKBP Ahmad Faisol Amir, mengatakan kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat kemudian memprosesnya dalam penyelidikan. Selama penanganan itu, kata Faisol, tentunya berbagai tahapan dilakukan.
"Ada tahapannya, bagaimana kami mengumpulkan bukti, kemudian kami mencari saksi-saksi yang akurat, sekaligus itu saling berkaitan. Dan itu terus kami update. Berbagai upaya sudah kami lakukan," ujar Faisol beberapa waktu lalu.
Ia mengungkapkan kepolisian kala itu juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga korban. Termasuk, meminta keterangan si tersangka, sebagai orang terdekat korban.
"Tersangka juga saat itu kami cari keterangan-keterangan yang bisa mengerucut ke mana hilangnya (Cika dan Adek) pada saat itu. Dan kami terus melaporkan dan melakukan penyelidikan secara intensif. Sudah kami maksimalkan pada saat itu," ungkapnya.
"(Tersangka diperiksa ketika itu) Sudah. Kami panggil dan interogasi. (Hasil interogasi) ya (tersangka) menutupi," sambung Faisol.

Polisi Sebut Penyelidikan Terkendala di Keluarga Korban

Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi. Foto: kumparan
Kapolsek Batang Anai, Iptu Wadriadi, menyebut dalam proses penyelidikan hilangnya Cika dan Adek, sebelumnya kepolisian tidak mengalami kendala. Menurutnya, lambatnya pengungkapan, hanya persoalan waktu.
"Karena namanya proses penyelidikan tentu perlu pembuktian-pembuktian dan perlu saksi-saksi yang akan menguatkan untuk mengungkap suatu perkara," kata dia.
Wadriadi mengaku ia sebagai Kapolsek Batang Anai, baru menjabat selama dua bulan. Ketika laporan kasus hilangnya Cika dan Adek, dijabat oleh pejabat kapolsek sebelum dirinya.
Meski begitu, sepengetahuan Wadriadi, Polsek Batang Anai saat laporan masuk telah berupaya melakukan pencarian terhadap Cika dan Adek. Bahkan, pencarian dilakukan bersama-sama keluarga.
"Kami sudah berupaya untuk mencari. (Hasil pencarian) memang untuk petunjuk awal ada. Cuman kelanjutan dari penyelidikan itu kami yang belum dapat," jelasnya.
Mapolsek Batang Anai. Foto: kumparan
Wadriadi juga membenarkan tersangka pada saat itu sempat diinterogasi di Polsek Batang Anai. Mengingat, tersangka merupakan orang terdekat atau pacarnya Cika.
"Informasinya oleh pejabat (kapolsek) waktu itu, inisial SJ (Satria Juhanda) sudah dipanggil untuk dimintai keterangan sampai sejauh mana kedekatan dengan yang hilang. Memang sangat dekat dengan C (Cika). Berdasarkan keterangan kedekatan itu kami melakukan penyelidikan," imbuhnya.
"Tapi, memang, ada kendala waktu itu, kendala di pihak keluarga atau orang dekat lain. Sehingga penyelidikan berkembang ke yang lain," ucap Wadriadi.
Wadriadi tidak begitu menjelaskan kendala penyelidikan ada pada keluarga korban yang ia maksud.
Dan sampai saat ini, polisi masih menunggu keluarnya hasil sampel DNA terhadap dua kerangka yang telah dikirim ke laboratorium Mabes Polri. Walaupun, tersangka sudah mengakui bahwa dua kerangka di dalam sumur tua itu adalah Adek dan Cika.
"Sekarang, kan, masih pendalaman, apakah dua kerangka itu benar yang diduga dilaporkan orang hilang dulu. Saya belum masuk ke materi itu. Tapi, kan, ini masih berjalan penyelidikannya," ujarnya.
Trending Now