11 Poin Lengkap Tuntutan Massa Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Monas
12 Oktober 2025 9:58 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
11 Poin Lengkap Tuntutan Massa Aksi Bela Palestina di Patung Kuda, Monas
Massa aksi yang tergabung dalam API-Palestina (Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina) menggelar aksi damai di kawasan patung kuda, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/10).kumparanNEWS

Massa aksi yang tergabung dalam API-Palestina (Aliansi Pemuda Indonesia untuk Palestina) menggelar aksi damai di kawasan patung kuda, Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/10).
Mereka menyampaikan 11 tuntutan. Tuntutan itu dibacakan oleh sejumlah tokoh yang ikut hadir, di antaranya ada Hidayat Nur Wahid, Husnan Bey Fananie, Oke Setiadi, Fahmi Salim, dan sejumlah tokoh lainnya.
Dalam tuntutannya, mereka mengapresiasi perjuangan sejumlah negara kunci termasuk Republik Indonesia atas terselenggaranya sejumlah upaya diplomasi intensif seperti konferensi New York tanggal 28-30 Juli 2025 yang telah menghasilkan rencana perdamaian komprehensif untuk Palestina.
"Memahami sikap pemain kunci termasuk Hamas yang menyetujui proposal Trump sebagai dasar perundingan penyelesaian masalah Palestina khususnya Gaza mengingat prioritas utama antara penghentian perang dan genosida, pengiriman bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza yang telah hancur total," sebut para tokoh.
Mereka juga menegaskan bahwa perjuangan rakyat Palestina termasuk Hamas dan faksi-faksi perlawanan lainnya adalah bentuk yang sah untuk membela diri terhadap penjajahan dan genosida yang dilakukan oleh Israel dan teman-temannya.
"Hak itu diakui oleh hukum internasional dan juga oleh agama-agama di dunia," sambung mereka.
Mereka juga mendorong masyarakat internasional untuk meningkatkan tekanan berkelanjutan melalui langkah-langkah politik, diplomatik, media dan gerakan rakyat agar Israel mematuhi tuntutan sah rakyat Palestina.
Selanjutnya, mereka menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan, advokasi politik dan diplomasi publik bagi Palestina.
"Menggalang doa, dukungan moral, dan donasi bagi rakyat serta menanamkan kesadaran bahwa pembelaan terhadap Palestina adalah bagian dari jihad kemanusiaan dan amanat keagamaan," lanjut mereka.
Kelima, mereka mengatakan, siap bersinergi dengan pemerintah Republik Indonesia untuk memperjuangkan diplomasi aktif Indonesia di dunia internasional demi penghentian agresi Israel.
"Mendorong PBB, OKI, dan negara-negara sahabat pengambilankah tegas untuk perlindungan rakyat Gaza serta mengawal proses menuju pembebasan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat penuh dengan Yerusalem sebagai ibukota Palestina," terang mereka.
Selanjutnya, mereka mengajak seluruh bangsa Indonesia dan umat Islam di seluruh dunia untuk meninggalkan perpecahan menolak normalisasi dengan penjajah Israel dan bersatu dalam satu barisan keimanan dan kemanusiaan demi membela pembebasan Palestina dan keselamatan Masjidil Aqsa.
Kemudian, mengusulkan kepada perserikatan bangsa-bangsa untuk membuat Palestina Room di markas PBB untuk koordinasi bagi persiapan kemerdekaan Palestina.
"Delapan, mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas terhadap semua bentuk propaganda dan gerakan prozionis di Indonesia," ucap mereka.
Lebih lanjut, mereka juga mendesak kepada pemerintah Indonesia untuk membuka komunikasi secara langsung dengan faksi-faksi perlawanan Palestina untuk memperkuat perlawanan nasional Palestina dan menggagalkan rancangan-rancangan Israel.
"Sepuluh, mengapresiasi sikap pemerintah Indonesia yang konsisten membela dan memperjuangkan Palestina sebagai negara merdeka, berkedaulatan penuh dan konsisten menolak penjajahan dengan menolak pesepakbola dan atlet penjajah Israel untuk ikut kompetisi di Indonesia," sambung mereka.
Terakhir, mereka mengajak kepada seluruh Pemuda Indonesia untuk terus berjuang untuk terus menyuarakan kemerdekaan Palestina.
"Kemerdekaan Palestina sejati dan selalu melawan penindasan terhadap warga Gaza dan selalu menolak Israel dan zionis di mana pun berada," tutup mereka.
