13 WNI ABK di Trinidad Tobago 4 Bulan Tak Digaji, Minta Bantuan Susi Pudjiastuti
27 Juli 2020 16:58 WIB

13 WNI ABK di Trinidad Tobago 4 Bulan Tak Digaji, Minta Bantuan Susi Pudjiastuti
13 WNI di Trinidad and Tobago meminta bantuan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, agar bisa dipulangkan ke Indonesia. #kumparanNewskumparanNEWS

Sebanyak 13 WNI yang kini berada di Trinidad and Tobago menyampaikan keluh kesahnya kepada mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Mereka meminta bantuan Susi agar dipulangkan ke Indonesia.
Salah seorang WNI bernama Edi, menceritakan alasan mereka meminta bantuan kepada Susi. Pria asal Tegal itu menuturkan, dirinya bersama 12 rekannya ingin pulang karena tidak mendapatkan gaji dari perusahaannya bekerja.
"Iya benar, (minta bantuan Bu Susi Pudjiastuti). Saya mau cerita, jadi aku ikut dari PT Delta dari Tegal, aku berangkat Januari 2019 setelah perjalanan itu ya awal berangkat sampai bulan 11 (November) 2019 itu pas bulan 11 ada masalah bos kami di sini," kata Edi saat dihubungi, Senin (27/7).
"Masalahnya ternyata selama saya kerja di sini, dia enggak gaji kami, yang bayar kami agen dari Indonesianya mas," tambah Edi.
Kala itu, Edi menjelaskan dirinya bersama dengan 12 rekannya sudah meminta agar dipulangkan ke Indonesia. Namun pihak perusahaan waktu sempat meminta kesempatan dan berjanji akan membayarkan gaji dengan cara dicicil.
"Akhirnya nego, dia janji per bulan mau cicil 10 ribu US, oke lah saya kasih satu kesempatan. Pas 2020 sebelum ada corona, COVID, itu kejadian lagi kita di atas kapal. Istilahnya kerja 4 bulan, di bayar 1 bulan. Akhirnya sampai sekarang mas, kita makan pun aduh, makan sekarang cuman dikasih sarden saja," kata Edi.
Edi mengungkapkan, sudah empat bulan dirinya belum menerima gaji dari tempatnya bekerja. Selain itu, mereka juga sudah tidak lagi diberikan uang untuk belanja makanan.
"Empat bulan kita belum terima gaji di atas kapal, udah 2 bulan lebih kita enggak dikasih uang belanja, itu pun beras kami dikasih dapat bansos kemarin dari KBRI Venezuela," ucap Edi.
Usaha Edi Minta Bantuan KBRI Agar WNI di Trinidad and Tobago Segera Dipulangkan
Edi menuturkan, sejak pandemi virus corona, dirinya bersama dengan 12 rekannya sudah tidak lagi bekerja di atas kapal. Ia kini sudah berada di daratan namun dengan kondisi kelimpungan.
"Sudah di darat, lama sejak ada virus, sejak Februari. Aku sudah binggung setiap di Facebook saya minta tolong supaya dipulangkan atau dapat makanan, asli mas, ini sudah benar-benar kacau," tutur Edi.
Edi juga mengatakan dirinya sudah berusaha berbicara dengan pihak KBRI agar bisa segera dipulangkan. Namun pihak KBRI tidak memberikan jawaban yang memuaskan.
"Waktu 2 minggu lalu respons dia (KBRI) belum ada keputusan yang tepat, katanya nunggu ada penerbangan. Cuman pas aku tanya perkembangan gimana biar jelas biar aku tenang, belum ada balasan akhirnya aku males, ditanya bansos saja engga balas," ucap Edi.
Atas hal itu, Edi kemudian meminta bantuan ke Susi agar dirinya bisa dipulangkan. Ia mengatakan sudah dua kali mengirimkan pesan kepada Susi.
"Yang pertama aku lupa, cuma ini menang kedua kali. Pertama maaf lupa tapi ini aku ingat kedua kalinya. Iya mas pokoknya cuman ingin pulang, kedua memang kondisi sudah enggak ada apa-apa cuman tinggal beras," tutup dia.
