15 Daerah di Aceh-Sumatera Masih Belum Normal Pascabencana

10 Januari 2026 13:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
15 Daerah di Aceh-Sumatera Masih Belum Normal Pascabencana
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Tito Karnavian mengungkapkan terdapat 15 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hingga kini dinilai belum kembali normal.
kumparanNEWS
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat bersama pemerintah dan Satgas Pemulihan Bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok. DPR RI
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal dan Sufmi Dasco Ahmad menggelar rapat bersama pemerintah dan Satgas Pemulihan Bencana di Aceh, Sabtu (10/1/2026). Foto: Dok. DPR RI
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemerintah Tito Karnavian mengungkapkan, terdapat 15 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang hingga kini dinilai belum kembali normal usai banjir dan longsor menerjang wilayah itu pada November 2025.
Hal itu disampaikan Tito dalam rapat koordinasi yang digelar Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI dengan sejumlah kementerian/lembaga di Banda Aceh, Sabtu (10/1).
β€œDari 52 kabupaten/kota terdampak, ada 15 daerah yang belum normal,” ujar Menteri Dalam Negeri itu.

Aceh

Foto udara wilayah terdampak banjir di Aceh Timur, Rabu (24/12/2025). Foto: Rama Saputra/kumparan
Tito menjelaskan, dari 15 daerah tersebut, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah wilayah belum normal terbanyak, yakni tujuh kabupaten, terdiri dari:
Menurut Tito, dari pemetaan berbasis variabel indikator pemulihan, menunjukkan ketujuh kabupaten di atas memerlukan perhatian serius.
β€œKalau kita lihat dari pemetaan warna, Aceh itu paling banyak kuningnya. Warna hijau itu aman, warna kuning itu perlu atensi, perlu kita waspadai,” kata dia.

Sumatera Utara

Batang kayu dan tali jadi jembatan darurat menuju Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Foto: Sunyoto Masjid Nurul Ashri Sleman
Sementara di Sumatera Utara, terdapat 5 daerah yang dinilai belum pulih sepenuhnya, yaitu:

Sumatera Barat

Kondisi jalan rusak di Nagari Guguak Malalo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat pada Jumat (2/1/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Adapun di Sumatera Barat, terdapat 3 daerah yang masih belum normal, yakni:
Tito menyebut Agam sebagai daerah dengan kondisi paling berat dibanding wilayah lain di Sumatera Barat.
β€œPaling berat adalah Agam,” ucapnya.

Pemetaan Ulang dari Bawah ke Atas

Meski telah memiliki asumsi awal melalui penilaian top down, Tito menegaskan pemerintah tidak hanya mengandalkan penilaian pusat. Satgas telah melakukan rapat intensif dengan 3 gubernur serta 52 bupati dan wali kota, untuk mendapatkan gambaran kondisi riil dari daerah. Hasilnya, 15 daerah dilaporkan belum normal.
β€œKami ingin mendengar juga dari bawah, bottom up. Ternyata ada yang berbeda. Ada daerah yang kami anggap juga (sudah pulih), ternyata perlu atensi. Ada yang kami anggap perlu atensi, ternyata enggak perlu,” jelasnya.
Dari hasil tersebut, Satgas kemudian membagi daerah terdampak ke dalam tiga kategori, yakni:
Pembagian ini menjadi dasar penentuan strategi penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi.
β€œYang sudah mendekati normal dipoles-poles dikit bantuannya. Kalau setengah normal, sedikit agak serius. Yang belum normal, itu paling fokus,” pungkas Tito.
Trending Now