18 Pemimpin Gereja di China Ditangkap, Menlu AS Desak Pembebasan
20 November 2025 12:49 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
18 Pemimpin Gereja di China Ditangkap, Menlu AS Desak Pembebasan
Aparat keamanan China menangkap 18 pemimpin gereja yang beroperasi secara rahasia. Mereka terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara.kumparanNEWS

Aparat keamanan China menangkap 18 pemimpin sebuah gereja yang beroperasi secara rahasia. Mereka terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara.
Menurut laporan Reuters, kabar penangkapan itu disampaikan LSM advokasi Kristen ChinaAid pada Rabu (19/11). Mereka melaporkan bahwa total hampir 30 orang, termasuk pemimpin dan staf Gereja Zion, ditangkap aparat keamanan China.
Gereja Zion adalah gereja tidak resmi yang permohonan legalisasinya ditolak oleh Pemerintah China. Salah satu yang ditangkap adalah pemimpin tertinggi Gereja Zion di China, Pdt. Jin Mingri. Ia ditahan di sebuah pusat detensi di Kota Beihai, selatan China.
Penangkapan itu dilakukan pada pertengahan Oktober 2025. LSM tersebut menyebut peristiwa ini sebagai penindakan terbesar terhadap umat Kristen di China dalam tujuh tahun terakhir.
ChinaAid menyebut penangkapan itu didorong oleh motif politik.
βPara pendeta dan rekan kerja ini diperlakukan sebagai penjahat hanya karena mereka dengan setia menggembalakan gereja besar yang tidak terdaftar secara hukum dan menolak tunduk pada kontrol serta pengawasan PKC (Partai Komunis China),β ujar ChinaAid seperti dikutip dari Fox News.
Presiden ChinaAid, Bob Fu, menyebut penangkapan ini sebagai upaya memerangi umat Kristen di China.
βDengan menjadikan para pendeta sebagai tahanan politik, PKC tidak hanya menganiaya individu-individu ini dan keluarga mereka, tetapi juga mengirimkan peringatan kepada setiap gereja independen di China: tunduklah pada kendali Partai atau hadapi kehancuran,β kata Fu.
Penangkapan itu mendapat perhatian khusus dari Menlu Marco Rubio. Ia meminta Pemerintah China untuk segera melepaskan seluruh pemimpin dan anggota gereja yang ditangkap.
Hingga kini, pihak kepolisian maupun Kementerian Keamanan Publik China belum memberikan keterangan mengenai penangkapan para pemimpin dan anggota gereja tersebut.
Penangkapan ini terjadi sebulan setelah regulator kegiatan keagamaan di China mengeluarkan aturan yang melarang seluruh ceramah daring dan pelatihan keagamaan.
