2 Kelompok Pelajar SMKN dan MAN di Lebak Duel ala Gladiator
5 Agustus 2025 19:22 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
2 Kelompok Pelajar SMKN dan MAN di Lebak Duel ala Gladiator
Usut punya usut dari seragam yang dikenakan, dua kelompok pelajar tersebut berasal dari SMKN 1 Kalanganyar dan MAN 1 Lebak.kumparanNEWS

Sebuah video yang memperlihatkan dua kelompok pelajar terlibat duel ala gladiator di sebuah lahan kosong eks pembuatan bata merah yang berlokasi di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, viral.
Dalam video berdurasi 52 detik tersebut, terlihat tiga pelajar dari masing-masing kelompok bertarung one by one dan saling baku hantam. Usut punya usut dari seragam yang dikenakan, dua kelompok pelajar tersebut berasal dari SMKN 1 Kalanganyar dan MAN 1 Lebak.
Saat dikonfirmasi, Bagian Kesiswaan SMKN 1 Kalanganyar, Yanti, membenarkan bahwa sejumlah anak didiknya terlibat dalam duel ala gladiator dengan pelajar dari sekolah lain seperti yang ada di video tersebut.
Diakui Yanti, pihak sekolah telah melakukan pemanggilan terhadap para pelajar yang terlibat dalam video tersebut dan telah dilakukan pembinaan terhadap 11 pelajar yang terlibat.
Namun menurut Yanti, para pelajar SMKN 1 Kalanganyar diduga hanya sekadar ikut-ikutan lantaran mendapat ajakan dari para alumni untuk terlibat duel one by one dengan sekolah lain.
"Kami menduga bahwa 11 siswa yang ikut duel dan tawuran itu diduga telah diajak oleh alumni dan mungkin sama siswa eks SMKN 1 Kalanganyar," ujar Yanti.
Disampaikan Yanti, para anak didiknya yang terlibat duel dengan pelajar dari MAN Lebak sudah sempat diamankan oleh Polres Lebak untuk menjalani pemeriksaan, namun saat ini sudah dikembalikan ke orang tuanya masing-masing usai diminta membuat pernyataan untuk tak mengulangi perbuatannya.
"Kemarin ada 11 siswa dari SMKN 1 Kalanganyar dan dari siswa MAN Lebak juga telah diamankan oleh Polres Lebak, tapi malam itu juga sudah dikembalikan ke orang tua masing-masing," ucap Yanti.
Kemenag Bakal Panggil Pihak MAN 1 Lebak
Kasi Pendidikan Madrasah (Penmas) Kemenag Lebak Slamet turut membenarkan adanya keterlibatan pelajar dari MAN 1 Lebak yang terlibat duel ala gladiator seperti dalam video viral beberapa hari terakhir.
"Benar, infonya sudah ditangani pihak kepolisian, dan kedua kelompok pelajar itu sudah dikembalikan juga ke orang tuanya masing-masing," kata Slamet.
Meski begitu, diakui Slamet, pihaknya akan tetap menerjunkan tim ke lapangan guna mencari penyebab pasti kedua kelompok pelajar tersebut terlibat duel ala gladiator.
"Kita tetap akan memfasilitasi antara kedua sekolah yang siswanya terlibat perkelahian, yakni dari MAN 1 Lebak dan SMKN 1 Kalanganyar, termasuk memanggil para orang tua dan dinas pendidikan untuk saling mengevaluasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," ungkapnya.
Polisi Amankan Pelaku
Kanit Kriminal Umum (Krimum) Satreskrim Polres Lebak, Ipda Sutrisno, mengatakan pihaknya telah bergerak cepat untuk menangani kasus pasca-video duel gladiator dua kelompok pelajar viral di media sosial. Bahkan, sejumlah pelajar langsung diamankan ke Mapolres Lebak.
Menurutnya, dari hasil penyelidikan yang dilakukan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 18 pelajar yang terlibat dalam perkelahian tersebut, masing-masing berinisial FK, DP, AY, MH, BM, MF, RP, MR, MA, AG, RH, RD, DM, MG, MF, SS, SP, dan AH.
"Benar, peristiwa perkelahian antar-pelajar ini terjadi pada Senin, 21 Juli 2025. Kami menerima laporan dari masyarakat terkait video yang viral pada Selasa, 29 Juli 2025. Setelah dilakukan penyelidikan, diketahui pelajar yang terlibat berasal dari Sekolah Menengah atas atau sederajat di Lebak dan langsung diamankan ke Polres Lebak,β ucap Sutrisno.
Sutrisno menjelaskan, pihak kepolisian telah mengambil langkah-langkah preventif dan edukatif dalam menyelesaikan kasus perkelahian yang melibatkan dua kelompok pelajar tersebut.
βSetelah kami amankan, kami langsung berkoordinasi dengan pihak sekolah dan guru, melibatkan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), serta memanggil orang tua dan wali murid. Seluruh siswa yang terlibat membuat surat pernyataan bersama sebagai bentuk komitmen agar kejadian serupa tidak terulang kembali,β ujarnya.
Ia pun menambahkan, meski kasus tersebut diselesaikan dengan pendekatan restorative justice, pihak kepolisian tetap melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap siswa yang terlibat agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
"Kami tidak ingin masa depan mereka rusak hanya karena tindakan yang bisa dicegah. Namun, kami juga tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika pelanggaran serupa terjadi kembali,β ujar Sutrisno.
