2 Pria Ditemukan Tewas di Apartemen di Bali, Ada 4 Kotak Racun Tikus
21 Agustus 2025 11:14 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
2 Pria Ditemukan Tewas di Apartemen di Bali, Ada 4 Kotak Racun Tikus
Dua orang pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di sebuah kamar apartemen di Jalan Imam Bonjol, Kota Denpasar, Bali, Rabu (20/8) pukul 14.00 WITA kemarin.kumparanNEWS
Bunuh Diri bukan jalan keluar, segera cari pertolongan atau klik www.healing119.id -

Dua orang pria yang belum diketahui identitasnya ditemukan tewas di sebuah kamar apartemen di Jalan Imam Bonjol, Kota Denpasar, Bali, Rabu (20/8) pukul 14.00 WITA kemarin.
Polisi menduga kedua pria itu tewas akibat bunuh diri dengan cara mengkonsumsi racun tikus. Hal ini karena polisi menemukan 4 kotak racun tikus yang sudah habis, obat pereda nyeri dan obat demam.
"Dugaan sementara kedua korban meninggal dunia akibat keracunan, mengingat ditemukan adanya racun tikus bermerek di lokasi kejadian. Korban diperkirakan meninggal sudah lebih dari 24 jam," kata Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, Kamis (21/8).
Polisi juga menemukan barang bukti lain berupa 2 unit ponsel, 1 buah jam, 4 buah cincin, 1 tas ransel berisi pakaian dan 1 buah KTP dengan jenis laki-laki berinisial BH, 36 tahun, alamat di Jalan Kemunginan Bendungan, Jakarta Timur.
Namun, menurut keterangan ketua RW setempat di Jakarta Timur kepada polisi, tidak ada warganya berinisial BH berdomisili di alamat itu. Pemilik alamat di KTP itu juga mengaku tidak kenal dengan BH.
"Dari hasil pengecekan ponsel nihil ditemukan informasi dan kartu SIM. Diduga kedua korban telah membersihkan data-data yang ada di dalam kedua HP tersebut," katanya.
Tim Inafis sempat melacak identitas korban dengan sistem scanning, namun hasilnya nihil. Hal ini karena terkendala dengan jari-jari korban dalam keadaan basah sehingga sistem inafis tak berfungsi maksimal.
Polisi saat ini masih berusaha mengidentifikasi jenazah kedua korban dan menyelidiki isi ponsel mereka.
Temuan mayat ini bermula saat karyawan apartemen heran tak kunjung keluar dari kamar apartemen yang disewakan pada pukul 14.00 WITA. Kedua korban seharusnya check out atau keluar dari apartemen karena masa menginap berakhir pukul 12.00 WITA.
Seorang karyawan apartemen lalu mengetuk pintu kamar dan memanggil korban, namun tak ada jawaban. Karyawan itu memutuskan membuka kamar apartemen dengan kunci cadangan. Dia menemukan muntahan di lantai dan melihat kaki korban di kasur.
Karyawan itu memutuskan melapor kepada atasannya. Informasi itu diteruskan kepada pemilik dan pihak kepolisian. Polisi dan sejumlah petugas lainnya selanjutnya datang dan mengevakuasi korban ke RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar.
Menurut Sukadi, jenazah korban pertama ditemukan telentang di atas kasur memakai kaus merah dan celana pendek biru. Kondisi korban sudah mengalami lebam mayat.
Sementara itu, jenazah korban kedua, yang terdapat KTP BH, ditemukan telentang di lantai kamar memakai kaus hijau dan celana pendek. Korban memiliki tato pada tangan kanan, mulut berbusa dan luka gores berukuran 25 milimeter pada pelipis kanan.
