4.769 Jalan di RI Gunakan Nama Pahlawan Nasional: Soedirman Paling Banyak
21 Agustus 2025 7:32 WIB
ยท
waktu baca 6 menitDiperbarui 6 Oktober 2025 11:09 WIB

4.769 Jalan di RI Gunakan Nama Pahlawan Nasional: Soedirman Paling Banyak
Kami menelusuri jalan dengan nama-nama pahlawan nasional yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. kumparanNEWS

Secara fisik, jalan hanyalah campuran beton, semen, dan pasir tempat manusia melintas. Namun, begitu jalan diberi sebuah namaโkhususnya nama pahlawanโjalan itu masuk ke dalam ruang simbolis. Menjadi penanda yang tak hanya memandu arah, tetapi juga mengikat masa kini pada masa lalu.
Di Jakarta, misalnya, kita mengenal Jalan Jenderal Soedirman yang menjadi lintasan pusat bisnis dan perekonomian Ibu Kota. Nama jalan sepanjang empat km itu dipakai untuk menghormati jasa seorang panglima besar TNI pertama. Soedirman adalah sosok penting yang memimpin perlawanan rakyat Indonesia melawan agresi militer Belanda.
Menariknya, nama Jalan Sodierman bukan hanya ada di Jakarta. Kalau berkunjung ke berbagai daerah, Medan, Sumatera Utara, misalnya, kita juga bisa menemukan jalan dengan nama yang sama. Di daerah-daerah lain pun banyak sekali nama jalan yang menggunakan nama pahlawan. Mulai dari Jalan Kartini, Jalan Dewi Sartika, Jalan Diponegoro, dan lain sebagainya. Nama mereka diabadikan di berbagai jalan di seluruh Indonesia.
Pertanyaannya, sebenarnya berapa banyak nama pahlawan yang kini diabadikan sebagai nama jalan? Tulisan ini merupakan upaya untuk mencari tahu jawabannya.
Melacak Nama-nama Jalan Pahlawan
Berdasarkan penelusuran kumparan, ada 310 nama jalan bernama Soedirman di seluruh Indonesia. Data itu diperoleh melalui analisis terhadap data OpenStreetMap (OSM) Indonesia yang tersimpan dalam format .osm.pbf. OSM sendiri merupakan proyek pemetaan kolaboratif berbasis sumber terbuka atau open source. Data tersebut kami unduh pada 6 Agustus 2025.
Adapun .osm adalah format XML (Extensible Markup Language) bawaan OSM yang berisi data peta (nodes, ways, relations). Sementara itu, .pbf (Protocolbuffer Binary Format) adalah versi biner terkompresi dari .osm, ukurannya pun lebih kecil sehingga lebih cepat diproses dibanding XML.
Singkatnya, .osm.pbf adalah file OSM yang disimpan dalam format PBF. Isinya terdiri dari Nodes (titik koordinat dengan lat/lon),Ways (jalan, sungai, bangunan, dll.), serta Relations (hubungan antarobjek, misalnya rute bus atau batas administratif).
File .osm.pbf itu kami proses menggunakan library pyosmium via bahasa pemprograman Python untuk mengekstraksi data jalan. Setelah itu, nama-nama jalan dinormalisasi dengan regular expression dan unicodedata, lalu dibandingkan dengan daftar 206 pahlawan nasional menggunakan metode string similarity dari difflib.SequenceMatcher.ratio().
Dalam tahap analisis, kami juga menerapkan nama alias untuk setiap pahlawan nasional. Misalnya, untuk Soedirman tersedia variasi penulisan seperti Soedirman atau Sudirman. Untuk Haji Abdul Malik Karim Amrullah, digunakan pula bentuk singkat HAMKA. Begitu juga Ernest Douwes Dekker, yang dikenal dengan alias Setia Budi atau Setiabudi.
Penerapan nama alias itu dilakukan secara menyeluruh agar proses pencocokan nama jalan menjadi lebih akurat. Selain melalui otomatisasi, kami juga menyisir secara manual untuk memaksimalkan akurasi. Hasilnya adalah nama-nama jalan pahlawan nasional beserta titik koordinatnya secara lengkap.
Namun, harus diakui bahwa ada nama pahlawan yang belum teridentifikasi di OSM atau bahkan Google Maps sekalipun. Jalan dengan nama Dr. R. Soeharto, misalnya, tidak teridentifikasi. Padahal, ada sebuah pemberitaan yang menyebut dokter pribadi Presiden Sukarno itu sudah ditetapkan Pemkab Sleman sebagai nama jalan menggantikan ruas Jalan Gebyok-Jimbung pada 2022 lalu.
Meski begitu, nama Dr. R. Soeharto tidak masuk dalam perhitungan ini. Sebab, basis tulisan ini adalah para pahlawan yang namanya sudah teridentifikasi di maps. Adapun 10 pahlawan nasional yang paling banyak menjadi nama jalan adalah tokoh-tokoh yang memang sudah populer.
Total 4.769 Jalan dengan Nama Pahlawan
Berdasarkan analisis kumparan, jalan dengan nama pahlawan terbanyak adalah Sudirman di angka 310 jalan. Kemudian ada Kartini dengan jumlah jalan sebanyak 269. Diikuti Diponegoro dengan 240 jalan dan Ahmad Yani 207 jalan.
Adapun total jalan di Indonesia yang menggunakan nama pahlawan nasional jumlahnya mencapai 4.769 jalan. Bila dilihat dari sebarannya, pulau dengan jalan terbanyak ada di Pulau Jawa yaitu 2.559 jalan. Diikuti pulau Sumatera 864 jalan, serta Kalimantan 582 jalan.
Apabila dilihat berdasarkan provinsi, Jawa Timur menjadi provinsi dengan nama jalan pahlawan terbanyak, yaitu 1.261. Diikuti Jawa Tengah 564 jalan, Jawa Barat 301 jalan, Kalimantan Timur 246 jalan, serta Sumatera Utara 240 jalan.
Hasil temuan ini lalu kami diskusikan bersama sejarawan dari Universitas Indonesia (UI), Bondan Kanumuyoso. Bondan rupanya tidak terkejut bila nama-nama pahlawan yang mayoritas menjadi nama jalan adalah itu-itu saja seperti Soedirman, Kartini, hingga Diponegoro.
"Saya kira karena popularitas saja. Banyak nama pahlawan yang belum dikenal oleh masyarakat. Jadi karena itu kalau bicara pahlawan, mereka ingatnya ya nama-nama itu Diponegoro, Kartini, gitu-gitu ya. Nah, itu sebabnya nama-nama itu saja yang dipakai padahal kan sudah ada hampir 200 itu pahlawan nasional, ada 190-an kalau enggak salah. Nah tetapi yang lainnya enggak terlalu dikenal, makanya jarang dipakai, gitu," jelas Bondan kepada kumparan, Senin (18/8).
Hal ini pun disayangkan oleh Bondan. Menurutnya, pemberian nama jalan mestinya mengikuti aturan yang menggambarkan karakteristik daerah tersebut. Bondan memang tak merinci aturan yang dimaksud. Namun dilihat kumparan, aturan yang Bondan maksud salah satunya merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pedoman Umum Pembakuan Nama Rupa Bumi.
"Aturan sebetulnya untuk pemberian nama jalan harusnya ada karakteristik daerah itu, toponimi namanya. Jadi misalnya kalau kotanya itu ada di Jawa Tengah akan lebih baik ya, misalnya nama jalan itu diberi nama pahlawan-pahlawan yang berasal dari Jawa Tengah. Bisa Diponegoro, Ratu Kalinyamat, Kartini misalnya. Lalu, kalau misalnya dari Sumatera Utara ya sebaiknya nama-nama pahlawan nasional dari Sumatera Utara," jelas Bondan.
"Nah tetapi aturan itu pun enggak diketahui kayaknya dan Pemda mungkin juga enggak terlalu memerhatikan aturan itu ya (tidak asal dalam memberi nama. Sehingga karakteristik daerahnya kurang terlihat," sambungnya.
Sementara itu, Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Iwan Kurniawan menjelaskan bagaimana nama-nama pahlawan menjadi nama jalan di Jakarta. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta berpedoman pada Pergub 51 Tahun 2022 tentang Pedoman Penetapan Nama Jalan, Taman dan Bangunan Umum.
"Prosedur penetapan nama jalan diatur pada pasal 7 sampai pasal 12. Untuk ringkasnya yaitu usulan penetapan nama jalan dapat berasal dari tim pertimbangan atau masyarakat," kata Irwan saat dihubungi terpisah, Selasa (19/7)
Nantinya, kata dia, usulan nama jalan tersebut disampaikan kepada Bupati/Walikota. Menurutnya, bupati atau walikota akan melakukan kajian maupun evaluasi serta konsultasi lagi ke masyarakat.
"Apabila tim pertimbangan menganggap layak, selanjutnya disampaikan kepada gubernur untuk ditetapkan menjadi nama jalan secara resmi," pungkasnya.
17 Pahlawan Nasional Belum Jadi Nama Jalan
Berdasarkan temuan kumparan, tidak semua nama pahlawan yang jumlahnya 206 itu menjadi nama jalan. Kami mencatat ada 17 pahlawan nasional dari beberapa daerah yang namanya belum menjadi nama jalan.
Mereka adalah Abdurrahman Baswedan, Ahmad Hanafiah, Bataha Santiago, Djatikoesoemo, Himayatuddin Muhammad Saidi, Izaak Huru Doko, Johannes Abraham Dimara, Kasman Singodimedjo, Machmud Singgirei Rumagesan, Marthen Indey, Paku Alam VIII, Pakubuwono X, Salahuddin bin Talabuddin, Siti Walidah, Soeharto Sastrosoeyoso, Sukarni, serta Sultan Mahmud Riayat Syah.
Meski belum menjadi nama jalan, kami mencatat bahwa beberapa pahlawan itu sudah diabadikan menjadi sebuah bangunan atau monumen. Pahlawan dari Lampung bernama Ahmad Hanafiah, misalnya, namanya sudah diabadikan menjadi sebuha monumen yang terletak di Jl. Raya Lintas Pantai Timur Sumatera.
Hal yang sama terjadi pada Sultan Mahmud Riayat Syah. Pahlawan asal Kepulauan Riau itu namanya belum jadi nama jalan. Namun, namanya sudah diabadikan sebagai nama masjid, yaitu Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam.
=================
*Muhammad Falah Nafis, reporter magang kumparan.com, turut berkontribusi dalam artikel ini.
