4 Korban Longsor Cirebon Belum Ditemukan, Tim SAR Ungkap Ada Patahan 100 Meter
4 Juni 2025 11:19 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
4 Korban Longsor Cirebon Belum Ditemukan, Tim SAR Ungkap Ada Patahan 100 Meter
Tim SAR mengungkapkan kendala yang ditemui selama pencarian korban longsor di lokasi tambang Cirebon ialah kondisi medan.kumparanNEWS

Tim SAR gabungan masih berupaya mencari empat korban yang diduga tertimbun longsor di lokasi tambang galian C, Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon. Pencarian pada hari kelima atau Selasa (3/6) masih belum membuahkan hasil sehingga pencarian akan dilanjutkan pada hari ini.
Koordinator Lapangan Kantor SAR Bandung, Mamang Fatmono, mengungkapkan kendala yang ditemui selama pencarian ialah kondisi medan. Ia mengatakan di area tersebut terdapat sembilan titik patahan tanah aktif.
Salah satu patahan terpanjang bahkan mencapai 100 meter dan terus bergerak. Kondisi itu berpotensi memicu longsor susulan.
"Patahan itu miring dan memanjang ke bawah. Jika tidak kuat, bisa ambrol kapan saja," jelas Mamang, Selasa (3/6).
Terus Pantau Pergerakan Tanah
Untuk memitigasi risiko, pemantauan pergerakan tanah dilakukan setiap 10-15 menit menggunakan alat total station milik PT Indocement.
Data hasil pemantauan langsung dikirim ke tim SAR yang bekerja di zona merah, khususnya titik A dan B, tempat korban diduga tertimbun.
"Kami hanya mengizinkan tim beroperasi saat zona dinyatakan aman. Keselamatan personel adalah prioritas utama," tegas Mamang.
Kondisi geografis yang curam dan tanah labil memperumit pencarian, sehingga seluruh aktivitas dilakukan dengan pengawasan ketat.
Badan SAR Nasional (Basarnas) mengimbau warga menghindari lokasi bencana antisipasi longsor susulan.
Pencarian 4 Korban
Berdasarkan data yang dihimpun kumparan, keempat korban yang masih tertimbun adalah Muniah (45), Tono (57), Dedi Setiadi (47), dan Nurakman (51). Seluruhnya merupakan warga Kabupaten Cirebon.
Komandan Kodim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf Mukhammad Yusron, mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada hari ini, Rabu (4/6). Sebab kemarin kondisi di lapangan tidak memungkinkan serta potensi longsor yang masih tinggi.
βKita lanjutkan esok hari, dan akan diawali dengan doa lintas agama bersama jajaran Forkopimda dan keluarga korban,β kata Yusron di lokasi longsor pada Selasa (3/6).
Yusron menjelaskan bahwa masa tanggap darurat pencarian korban dibatasi selama tujuh hari berdasarkan Surat Keputusan Bupati Cirebon.
Setelah masa itu berakhir, lanjut Yusron, akan dilakukan evaluasi bersama keluarga korban dan pemerintah daerah untuk menentukan langkah selanjutnya.
βKami akan rapatkan kembali dengan Forkopimda dan keluarga korban untuk menentukan arah pencarian ke depan,β jelasnya.
