60 Perguruan Tinggi Rusak, 18 Ribu Lebih Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
8 Desember 2025 11:37 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
60 Perguruan Tinggi Rusak, 18 Ribu Lebih Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
Perguruan tinggi, mahasiswa, dan dosen juga terdampak bencana Sumatera.kumparanNEWS

Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi mendata perguruan tinggi, mahasiswa, hingga dosen yang terdampak bencana Sumatera. Data ini penting untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak.
Wamendikti Saintek Fauzan mengatakan, total ada 6o perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang terdampak. Mereka tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Aceh ada 31 perguruan tinggi, identifikasinya adalah 4 PTN dan 27 PTS. Sumatera Utara 14 perguruan tinggi, 1 PTN dan 13 PTS. Sumatera Barat 15 perguruan tinggi, 9 PTN dan 6 PTS," ungkap Fauzan dalam rapat bersama Komisi X di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Dari jumlah itu, ada ratusan ribu mahasiswa yang terdampak. Termasuk, para dosen dari perguruan tinggi itu juga terdampak.
"Aceh ada 209 PT, jumlah dosen 9.832, jumlah mahasiswa 134.713. Jumlah perguruan tinggi yang terdampak ada 31, jumlah dosen 1.183, dan jumlah mahasiswa 15.801," kata Fauzan.
"Kemudian, Provinsi Sumatera Utara ada 517 perguruan tinggi, jumlah dosen 17.841, jumlah mahasiswa 290.812. Kemudian, terdampak 14 perguruan tinggi, jumlah dosen 20, jumlah mahasiswa 2.408," tambah dia.
Sementara, Sumatera Barat ada 186 perguruan tinggi, jumlah dosen 9.844, dan jumlah mahasiswa 160.379. Dari jumlah itu, yang terdampak, perguruan tinggi 15, jumlah dosen terdampak 103 orang, dan jumlah mahasiswa terdampak 615 orang.
Dari jumlah itu, artinya ada sekitar 18.824 mahasiswa yang terdampak.
Selain itu, Fauzan juga mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan mendesak yang harus disampaikan kepada para korban. Misalnya, sembako, logistik, air bersih, perlengkapan sanitasi, pakaian, dana, obat-obatan, dan psikososial.
"Data umum kerusakan sarpras pendidikan terdampak bencana meliputi fasilitas pembelajaran di kelas, kemudian komputer, PC, dan laptop rusak, bangunan, gedung, dan ruangan rapuh dan ambruk, listrik dan jaringan internet mati dan terputus," jelas dia.
"Akses jalan tertutup, ambruk dan longsor, dan fasilitas penunjang, laboratorium, lapangan, dan lain-lain ambruk dan tidak bisa digunakan. Ini adalah kondisi identifikasi yang selama ini kita lakukan dalam skema tahap penanggulangan darurat," ucap dia.
