70 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Grup Chat, Terbanyak di Jakarta

7 Januari 2026 16:41 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
70 Anak Terpapar Radikalisme Lewat Grup Chat, Terbanyak di Jakarta
Densus 88 Antiteror Polri mengungkap 70 anak di 19 provinsi terpapar paham radikalisme, white supremacy dan Neo-Nazi melalui sebuah grup chat.
kumparanNEWS
Konpers Penanganan Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital oleh Polri bersama BNPT dan KPAI di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konpers Penanganan Anak Terpapar Konten Kekerasan di Ruang Digital oleh Polri bersama BNPT dan KPAI di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/1/2026). Foto: Abid Raihan/kumparan
Densus 88 Antiteror Polri mengungkap 70 anak di 19 provinsi terpapar paham radikalisme, white supremacy dan Neo-Nazi melalui sebuah grup chat internasional bernama True Crime Community.
โ€œAdapun sebaran wilayah yang teridentifikasi sebagai anggota grup True Crime Community, ada 70 anak di 19 provinsi,โ€ kata Juru Bicara Densus 88, Kombes Myandra Eka Wardhana, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (7/1).
Menurutnya, jumlah anak yang terpapar paling banyak berada di DKI Jakarta.
โ€œProvinsi dengan jumlah terbanyak yaitu DKI Jakarta sebanyak 15 orang, kemudian Jawa Barat 12 orang, dan Jawa Timur 11 orang. Setelah itu menyebar di beberapa daerah,โ€ ujar Myandra.
Saat ini, 67 dari 70 anak tersebut telah diintervensi oleh Densus 88. Mereka diberikan pembinaan untuk keluar dari paham-paham tersebut.
โ€œTerhadap 70 anak ini, kurang lebih 67 orang telah dilakukan asesmen, pemetaan, konseling, dan sebagainya dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di masing-masing wilayah,โ€ ucap Myandra.
Lebih lanjut, Myandra mengatakan anak-anak tersebut berusia 11 hingga 18 tahun.
โ€œAdapun sebaran usia dari 70 anak ini berada pada rentang 11 sampai 18 tahun dan didominasi usia 15 tahun, yaitu masa transisi dari SMP ke SMA,โ€ jelasnya.
Berikut adalah sebaran lengkap anak-anak yang terpapar:
Trending Now