700 Pendukung Rival Erdogan Ditangkap, Warga: Semakin Sulit Hidup di Turki

kumparanNEWSverified-green

Β·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang pria memegang poster selama aksi protes pada hari Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dipenjara sebagai bagian dari penyelidikan korupsi di Istanbul, Turki, Minggu (23/3/2025). Foto: Dilara Senkaya/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria memegang poster selama aksi protes pada hari Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dipenjara sebagai bagian dari penyelidikan korupsi di Istanbul, Turki, Minggu (23/3/2025). Foto: Dilara Senkaya/REUTERS

Lebih dari 700 orang ditangkap dalam demonstrasi di berbagai kota Turki setelah penahanan Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu.

Aksi protes yang berlangsung sejak Rabu (19/3) itu menentang langkah pemerintah atas penangkapan rival utama Presiden Recep Tayyip Erdogan itu.

Seorang wanita muda di luar kantor wali kota Istanbul mengatakan ia turun ke jalan bukan karena politik, tetapi demi keadilan.

β€œSaya di sini untuk keadilan, saya di sini untuk kebebasan. Kami adalah orang-orang bebas dan orang-orang Turki tidak dapat menerima ini. Ini bertentangan dengan perilaku dan budaya kami,” katanya kepada BBC, Sabtu (22/3).

Seorang ibu yang membawa anaknya berusia 11 tahun ke aksi protes mengaku khawatir akan masa depan Turki.

Semakin sulit untuk hidup di Turki dari hari ke hari, kami tidak dapat mengendalikan hidup kami. Kami tidak dapat memilih siapa yang kami inginkan dan tidak ada keadilan yang nyata di sini,” ujarnya.

Walikota Istanbul dan kandidat oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu melambai di depan para pendukungnya saat mereka merayakan di luar gedung kotamadya utama setelah pemilihan kota di seluruh Turki, di Istanbul (31/3/2024) Foto: Yasin Akgul/AFP

Imamoglu ditangkap pada Minggu (23/3) dan didakwa dengan berbagai tuduhan, termasuk mendirikan organisasi kriminal dan menerima suap.

Ia kini ditahan di penjara Silivri sambil menunggu persidangan. Kementerian Dalam Negeri pun mengumumkan pencopotannya dari jabatan wali kota.

Penangkapan itu sontak memicu demonstrasi terbesar dalam lebih dari satu dekade.

Aksi protes pada hari Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dipenjara sebagai bagian dari penyelidikan korupsi di Istanbul, Turki, Minggu (23/3/2025). Foto: Dilara Senkaya/REUTERS
Seorang pria memegang poster selama aksi protes pada hari Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu dipenjara sebagai bagian dari penyelidikan korupsi di Istanbul, Turki, Minggu (23/3/2025). Foto: Alexandros Avramidis/REUTERS

Massa berkumpul di Istanbul, mengibarkan bendera Turki dan meneriakkan yel-yel. Polisi merespons dengan meriam air dan gas air mata.

Imamoglu, yang dijagokan sebagai calon presiden dari Partai Rakyat Republik (CHP) untuk 2028, menyebut penahanannya sebagai β€œnoda hitam pada demokrasi”.

Lewat pengacaranya, ia mengajak publik terus bersuara.

Turki sudah muak dengan Erdogan,” tulisnya di media sosial.

Otoritas Turki membantah tudingan bahwa kasus Imamoglu bermotif politik. Kementerian Kehakiman menegaskan peradilan bekerja independen.

Para pendukung Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu berkumpul di luar gedung Istanbul Metropolitan Municipality untuk memprotes penahanan Imamoglu, di Istanbul, Rabu (19/3/2025). Foto: Murad Sezer/Reuters

Namun, langkah pemerintah menghadapi kritik luas, termasuk dari platform media sosial X yang menolak perintah untuk memblokir ratusan akun jurnalis dan tokoh politik Turki.

Universitas Istanbul juga mencabut gelar Imamoglu, yang bisa berdampak pada kelayakannya sebagai kandidat presiden.

Tim hukumnya akan mengajukan banding ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Hak Asasi Manusia Eropa.

Sementara itu, pemilu lokal Turki tetap berlangsung, dengan jutaan orang memberikan suara sebagai bentuk solidaritas terhadap Imamoglu.

Jika Imamoglu terbukti bersalah, peluangnya untuk menantang Erdogan pada 2028 akan tertutup.

Trending Now