8 Sektor Tertekan, IHSG Berakhir di Teritori Negatif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di teritori negatif menutup perdagangan hari ini. Seharian ini, IHSG bergerak di zona merah.
Pada perdagangan Selasa (6/6), IHSG ditutup melemah 40,404 poin (0,70 persen) ke 5.707,831. Sementara indeks LQ45 ditutup turun 7,859 poin (0,82 persen) ke 956.206.
Delapan dari 10 indeks sektoral melemah. Pelemahan tertinggi terjadi di sektor konstruksi sebesar 2,28 persen disusul sektor aneka industri sebesar 1,66 persen.
Sebanyak 115 saham naik, 219 saham turun, dan 95 saham stagnan. Frekuensi saham ditransaksikan sebanyak 289.156 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 9,504 miliar saham senilai Rp 6,534 triliun. Dana asing keluar tercatat Rp 296,651 miliar. Sementara kapitalisasi pasar mencapai Rp 6.247,404 triliun.

Saham-saham penekan pergerakan indeks sore ini di antaranya Lippo Karawaci (LPKR) turun 35 poin (5,11 persen) ke Rp 650, Indocement Tunggal (INTP) turun 750 poin (4,01 persen) ke Rp 17.950, AKR Corporindo (AKRA) turun 200 poin (3,00 persen) ke Rp 6.475, Surya Citra Media (SCMA) turun 70 poin (2,61 persen) ke Rp 2.610, dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun 350 poin (2,33 persen) ke Rp 14.675.
Sementara di pasar valuta asing, dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap rupiah. Mengutip data perdagangan Reuters, dolar AS sore ini bergerak di Rp 13.299 dibandingkan posisi pembukaan pagi tadi di Rp 13.277.
Berikut kondisi bursa saham Asia sore ini:
- Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 190,92 poin (0,95 persen) ke 19.979,90
- Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 134,15 poin (0,52 persen) ke 25.997,14
- Indeks SSE Composite di China naik 10,47 poin (0,34 persen) ke 3.102,13
- Indeks Straits Times di Singapura turun 2,56 poin (0,08 persen) ke 3.235,75
