Abdul Mu’ti Buka dan Tutup Pidato di Sidang Umum UNESCO dengan Pantun

4 November 2025 13:44 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Abdul Mu’ti Buka dan Tutup Pidato di Sidang Umum UNESCO dengan Pantun
Abdul Mu'ti membuka dan menutup pidatonya di Sidang Umum UNESCO dengan pantun
kumparanNEWS
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi X DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan pidatonya di Sidang Umum UNESCO. Dalam forum itu, Mu’ti memaparkan pidatonya menggunakan Bahasa Indonesia serta turut juga menggunakan pantun.
“Saya akan mengawali dengan pantun, warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO,” kata Mu’ti di Uzbekistan, Selasa (4/11).
Mu’ti kemudian membacakan pantun pembukanya. Begini pantun yang dibawakan Mu’ti:
"Bunga selasih mekar di taman, petik setangkai buat ramuan
Terima kasih saya ucapkan atas kesempatan menyampaikan pernyataan".
Dalam pidatonya, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu turut menyinggung beberapa isu seperti isu konflik yang terjadi di Palestina hingga partisipasi pendidikan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto
“Indonesia percaya bahwa solusi atas tantangan global tidak semata-mata terletak pada kekuasaan atau ekonomi, tetapi pada manusia yang tercerahkan melalui pendidikan, sains, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi yang membebaskan,” ujarnya.
Usai selesai memaparkan poin-poin pada pidatonya, Mu’ti juga menutup pidatonya dengan pantun. Begini pantunnya Mu’ti di forum internasional itu:
"Dari Jakarta ke Samarkand, kota bersejarah nan menawan
Jika manusia bergandeng tangan, dunia indah penuh kedamaian".
Ini adalah pidato perdana dalam bahasa Indonesia di Sidang Umum UNESCO. Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi Sidang Umum PBB melalui Resolusi 42 C/28 yang disepakati pada 20 November 2023.
Trending Now