Ada 350 Ribu Lowongan Kerja di Dunia, PMI Baru Penuhi 20%

24 Desember 2025 13:45 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ada 350 Ribu Lowongan Kerja di Dunia, PMI Baru Penuhi 20%
Menteri P2MI, Mukhtarudin menyebut kesempatan kerja di luar negeri terbuka lebar. Ia mengungkap,salah satunya, Italia akan buka 500.000 lowongan pekerjaan untuk pekerja migran pada tahun 2026.
kumparanNEWS
Menteri P2MI, Mukhtarudin (kiri) dan Menteri Dikti Saintek, Brian Yuliarto (kanan) berbicara di hadapan media usai penandatanganan MoU tentang penyiapan SDM siap bekerja di luar negeri di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta pada Rabu (24/12/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri P2MI, Mukhtarudin (kiri) dan Menteri Dikti Saintek, Brian Yuliarto (kanan) berbicara di hadapan media usai penandatanganan MoU tentang penyiapan SDM siap bekerja di luar negeri di Kantor Kemendikti Saintek, Jakarta pada Rabu (24/12/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Menteri P2MI, Mukhtarudin menyebut kesempatan kerja di luar negeri terbuka lebar. Ia mengungkap,salah satunya, Italia akan buka 500.000 lowongan pekerjaan untuk pekerja migran pada tahun 2026.
Katanya, lowongan itu dibuka paling banyak untuk perawat hingga anak buah kapal (ABK) pesiar.
โ€œBahkan negara-negara Eropa, khususnya Itali sudah menyampaikan permintaan tahun depan dari tahun 2026 mereka membuka 500.000 untuk pekerja migran dari seluruh dunia,โ€ ucap Mukhtarudin di Kantor Kementerian Dikti Saintek, Jakarta pada Rabu (24/12).
โ€œDan itu rata-rata semuanya di sektor profesional. Seperti perawat, kemudian hospitality, dan awak kapal khususnya ABK kapal pesiar di Itali,โ€ tambahnya.
Selain itu, Mukhtarudin menjelaskan bahwa ada 350.000 lowongan pekerja migran dari seluruh dunia bisa diisi oleh WNI. Namun, kini baru 20 persen yang bisa mereka capai.
โ€œDari peluang kerja luar negeri yang dilakukan pemetaan, itu ada 350.000 lebih peluang kerja luar negeri yang sudah kita petakan,โ€ ucap Mukhtarudin.
โ€œSemuanya sektor profesional. Dari 350.000 itu yang sudah didapat, baru kita bisa penuhi baru 20%. Masih ada 80% yang dari sisi supply kita tidak siap,โ€ tambahnya.
Ia pun menilai kesempatan yang luas ini merupakan salah satu jawaban untuk Indonesia menghadapi bonus demografi di tahun 2030. Namun, calon pekerja migran tetap harus mendapatkan pendidikan agar bisa menjadi pekerja migran profesional.
โ€œJadi saya kira ini memang sesuatu yang harus kita kerjakan bersama. Agar bonus demografi yang nanti akan kita hadapi pada 2030-2035 tidak menjadi sebuah bencana demografi dan tidak bisa menyalurkan mereka ke sektor-sektor profesional di luar negeri,โ€ ucap Mukhtarudin.
Mukhtarudin pun telah meneken MoU bersama Mendikti Saintek, Brian Yuliarto untuk mempersiapkan pendidikan vokasi khusus calon pekerja migran Indonesia.
โ€œMaka vokasi pelatihan menjadi sebuah penyelesaian yang harus kita persiapkan ke depan. Dan itu di sini peran penting daripada Kemendikti Sains dan Teknologi untuk bisa berkolaborasi bersinergi dengan KP2MI,โ€ ucap Mukhtarudin.
Trending Now