Ada 7 Kasus Meninggal karena Leptospirosis di Kota Yogya, Akankah KLB?
28 Juli 2025 12:42 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Ada 7 Kasus Meninggal karena Leptospirosis di Kota Yogya, Akankah KLB?
Tercatat ada 21 kasus dengan 7 di antaranya meninggal dunia sepanjang 2025 ini.kumparanNEWS

Kasus leptospirosis -bakteri menyebar melalui air seni tikus yang terinfeksi- terjadi di Kota Yogyakarta. Tercatat ada 21 kasus dengan 7 di antaranya meninggal dunia sepanjang 2025 ini.
Soal apakah Pemkot Yogya akan menerapkan kasus ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengaku akan membahas terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta.
"Karena ada rumusannya untuk menetapkan KLB atau tidak KLB. Itu ada rumusnya," kata Hasto kepada wartawan di Balai Kota Yogyakarta, Senin (28/7).
Hasto berpesan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan untuk mencegah leptospirosis. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di tepi-tepi sungai.
"Harapan saya jaga kebersihan lingkungan, sampah, terutama yang tinggal di tepi-tepi sungai perlu betul-betul perhatian," jelasnya.
Pemkot Yogya akan memetakan kasus ini untuk membaca di kawasan-kawasan seperti apa leptospirosis ini terjadi.
"Akan bisa dibaca sebetulnya tren di wilayah area seperti apa. Itu yang akan dipetakan," bebernya.
Selain itu, penting juga masyarakat untuk mengenali secara dini gejala-gejala leptospirosis.
"Gejala dini yang harus kita kenali," katanya.
Gejalanya
Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit, Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Yogyakarta Lana Unwanah menyampaikan update terkini.
"Data terakhir 21 kasus, meninggal 7 orang," kaya Lana.
Lana menuturkan gejala infeksi leptospirosis adalah demam, kepala nyeri, hingga pegal. Sering gejala ini hanya dianggap capai atau masuk angin biasa. Padahal keterlambatan pemeriksaan jadi penyebab kematian.
"Banyak yang merasa hanya sakit biasa karena kelelahan atau kehujanan," kata Lana beberapa waktu lalu.
Leptospirosis jika tak ditangani akan menyerang ginjal. Maka dari itu perlu ditangani sejak awal agar infeksi segera diatasi.
"Ditangani sejak awal, termasuk bila perlu cuci darah, pasien bisa sembuh dan tidak perlu lagi menjalani cuci darah rutin," jelasnya.
Masyarakat diminta jaga kebersihan terutama lingkungan basah, becek, dan dekat air.
Jika ada gejala yang dirasakan dapat segera mengakses fasilitas kesehatan.
