Adik Kim Jong-un Minta Trump Terima Status Korut sebagai Negara Senjata Nuklir

29 Juli 2025 13:35 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Adik Kim Jong-un Minta Trump Terima Status Korut sebagai Negara Senjata Nuklir
Saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong memperingatkan AS agar tidak mengejar denuklirisasi dan mengakui Korut sebagai negara bersenjata nuklir.
kumparanNEWS
Kim Yo-Jong dan Kim Jong-Un Foto: Reuters/Korea Summit Press Pool
zoom-in-whitePerbesar
Kim Yo-Jong dan Kim Jong-Un Foto: Reuters/Korea Summit Press Pool
Saudara perempuan Kim Jong-un, Kim Yo-jong, memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mengejar denuklirisasi. Kim Yo-jong menanggapi pejabat Gedung Putih mengatakan Presiden Donald Trump terbuka untuk berdialog dengan pemimpin Korut itu.
"Setiap upaya untuk menyangkal posisi Korut sebagai negara bersenjata nuklir akan ditolak mentah-mentah, kata Kim Yo-jong dalam pernyataan yang dilaporkan KCNA, dikutip dari Reuters, Selasa (29/7).
Trump di masa jabatan pertamanya telah bertemu Kim Jong-un tiga kali dalam upaya mencapai kesepakatan denuklirisasi penuh Korut.
Namun, pertemuan puncak mereka di Hanoi, Vietnam, pada 2019 lalu gagal karena kedua pihak gagal menyepakati imbalan yang akan didapat Korut. Sejak itu, Korut mempercepat program nuklirnya.
"Baru-baru ini, seorang pejabat di Gedung Putih mengatakan bahwa dia [Trump] masih terbuka untuk berdialog dengan pemimpin Korut untuk mencapai denuklirisasi penuh Korut," katanya lagi.
Presiden AS Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan kedua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, (30/6). Foto: AFP PHOTO/Brendan
Sumber Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan Trump tetap terbuka untuk berdialog dengan Kim Jong-un untuk mencapai denuklirisasi penuh Korut. Pernyataan itu diberitakan kantor berita Korsel, Yonhap, akhir pekan lalu.
"Saya tidak ingin menyangkal fakta bahwa hubungan personal antara pemimpin negara kami dan Presiden AS saat ini tidak buruk," kata Kim Yo-jong yang juga memperingatkan Washington tidak menggunakan hubungan kedua pemimpin untuk denuklirisasi.
"Jika [hubungan personal Trump dan Kim Jong-un] digunakan untuk tujuan tersebut [denuklirisasi], itu dapat diartikan sebagai ejekan terhadap pihak lain," katanya lagi.
Tak hanya itu, Kim Yo-jong mendesak agar AS mengakui Korut sebagai negara bersenjata nuklir.
Trending Now