Ahli Bicara Dampak Jangka Panjang Limbah Cangkang Kerang bagi Manusia
5 Desember 2025 7:08 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Ahli Bicara Dampak Jangka Panjang Limbah Cangkang Kerang bagi Manusia
Limbah bisa berasal dari apa saja, bisa dari pabrik maupun hewani. Salah satu yang belakangan ramai disorot adalah terkait limbah cangkang kerang yang menumpuk di utara Jakarta.kumparanNEWS

Limbah bisa berasal dari apa saja, bisa dari pabrik maupun hewani. Salah satu yang belakangan ramai disorot adalah terkait limbah cangkang kerang yang menumpuk di utara Jakarta.
Praktisi kesehatan masyarakat lulusan Universitas Indonesia dr Ngabila Salama menjelaskan, dampak kesehatan jangka pendek dan jangka panjang dari limbah cangkang kerang. Terutama jika berada di lingkungan pemukiman, pesisir, pasar, atau tempat pengolahan seafood.
Berikut selengkapnya penjelasan Ngabila, dalam keterangan tertulis, Jumat (5/12):
Dampak Kesehatan Jangka Pendek
Terjadi dalam hitungan hariโminggu ketika limbah menumpuk dan tidak dikelola.
1. Bau menyengat & gas berbahaya
Sisa daging kerang yang tertinggal bisa membusuk dan menghasilkan:
โข Amonia
โข Hidrogen sulfida (HโS) โ bau telur busuk, dapat menimbulkan pusing dan mual.
โข Paparan ringanโsedang menyebabkan:
โข sakit kepala
โข iritasi mata & tenggorokan
โข mual
โข sesak atau rasa berat di dada
Jika konsentrasi HโS tinggi โ bisa menyebabkan kehilangan kesadaran, tapi ini jarang pada lingkungan rumah tangga.
2. Menarik vektor penyakit
Tumpukan cangkang yang masih ada sisa organik mudah menjadi sarang:
โข lalat (menyebarkan diare, disentri, kolera)
โข tikus (leptospirosis)
โข kecoa (kontaminasi makanan)
Ini meningkatkan risiko penyakit berbasis foodborne & lingkungan kotor.
3. Luka fisik
Cangkang yang pecah โ tajam. Risiko:
โข luka sayat
โข infeksi kulit (selulitis)
4. Kontaminasi air sekitar
Jika limbah dibuang ke sungai/pantai:
โข meningkatkan kadar BOD/ COD โ air menjadi cepat busuk
โข pemukim sekitar bisa mengalami iritasi kulit, diare, atau infeksi jika memakai air tercemar.
Dampak Kesehatan Jangka Panjang
Muncul dalam bulanโtahun, terutama jika limbah menjadi bagian dari polusi lingkungan kronis.
1. Lingkungan menjadi habitat vektor berulang
Populasi lalat & tikus meningkat โ penyakit menular menjadi masalah kronis:
โข leptospirosis
โข diare berulang
โข infeksi saluran pencernaan
2. Penumpukan logam berat & mikroplastik
Kerang bisa mengandung:
โข merkuri
โข kadmium
โข timbal
โข mikroplastik
Jika limbah cangkang mencemari tanah/air dalam jangka panjang, logam berat berpotensi:
โข masuk rantai makanan (tanaman/air)
โข menyebabkan gangguan ginjal, saraf, dan hati dalam jangka panjang
โข pada ibu hamil โ risiko gangguan perkembangan janin (jika paparan tinggi & kronis)
3. Radang saluran napas kronis (jika pemukiman dekat pabrik pengolahan)
Paparan jangka panjang terhadap:
โข debu cangkang halus
โข gas pembusukan ringan namun terus-menerus
Dapat menyebabkan:
โข iritasi saluran napas
โข bronkitis kronis pada kelompok rentan (lansia, anak, asma)
4. Penurunan kualitas air tanah
Jika limbah dibuang secara masif & terus-menerus:
โข air sumur berubah bau
โข kualitas mikrobiologis menurun
โข risiko infeksi gastrointestinal meningkat terus-menerus
5. Masalah lingkungan โ dampak tidak langsung ke kesehatan
โข Penyumbatan saluran air โ banjir lokal โ penyakit kulit, leptospira
โข Pantai/lingkungan kotor โ menurunkan kualitas hidup masyarakat pesisir
โข Pertumbuhan bakteri & alga tidak sehat di perairan โ meningkatkan risiko toksin alga (berbahaya bagi nelayan dan ekosistem)
Bagaimana mengelola limbah cangkang kerang supaya aman?
Jika kamu sedang menangani isu ini di lapangan (sebagai pejabat kesehatan), ini solusi paling praktis:
1. Pisahkan & cuci cangkang
Menghilangkan sisa protein memotong 90% bau dan risiko vektor.
2. Keringkan di bawah matahari
Membunuh bakteri & mengurangi pembusukan.
3. Manfaatkan sebagai produk ekonomi
โข tepung kalsium karbonat untuk pakan ternak
โข bahan batako/ campuran semen
โข kerajinan
โข bahan pupuk kapur pertanian
Pendekatan circular economy mengurangi limbah sekaligus bermanfaat untuk UMKM.
4. Jika volume besar โ perlakuan industri
โข Autoclave
โข Sistem pengomposan khusus limbah protein
โข Penggilingan menjadi bubuk CaCOโ
