AHY: Politik Uang, Demokrasi Jadi Pasar, Jabatan Investasi, Itu Realitas Politik

21 Juli 2025 20:23 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
AHY: Politik Uang, Demokrasi Jadi Pasar, Jabatan Investasi, Itu Realitas Politik
"Katanya ada integritas, kapasitas, sama isi tas. Itulah realitas politik kita hari ini,” kata AHY.
kumparanNEWS
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan saat Retreat Partai Demokrat, Rabu (9/7). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan saat Retreat Partai Demokrat, Rabu (9/7). Foto: Dok. Istimewa
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti maraknya politik uang di Indonesia. Menurutnya, masalah ini sudah sangat kronis.
AHY mengatakan, integritas dalam dunia politik Indonesia masih perlu dibenahi.
"Katanya ada integritas, kapasitas, sama isi tas. Itulah realitas politik kita hari ini,” kata AHY saat memberikan pidato di acara Proklamasi Democracy & ITS Impact on Global Politic dan Pengukuhan Ikatan Keluarga Alumni Akademi Demokrat di DPP Partai Demokrat, Senin (21/7).
Menko Infrastruktur ini, menilai perlu ada revisi aturan yang mengatur pendanaan kampanye menjadi lebih baik.
β€œKita perlu mereformasi aturan pendanaan kampanye," katanya.
Ilustrasi Politik Uang. Foto: ANTARA FOTO
AHY menjelaskan, pola audit keuangan kampanye dan Pemilu perlu dibenahi. Ia mengusulkan sistem pelaporan donasi secara real time dan bisa diakses publik.
Selain itu, perlu kebijakan untuk memberikan batas pengeluaran dan memberikan subsidi negara agar bentuk laporannya bukan hanya rekapitulasi angka belanja dana kampanye.
"Bukan hanya kepada mereka yang paling banyak membelanjakan dana," katanya.
AHY mengatakan, politik uang harus dihilangkan. Sebab jika praktik ini dinormalisasi, rakyat tidak akan mendapatkan pemimpin yang kompeten
"Politik uang, mari kita jujur. Di terlalu banyak sudut sistem politik kita, demokrasi telah menjadi pasar. Suara dibeli. Jabatan publik menjadi investasi, bukan panggilan," katanya.
Trending Now