Ajaran Islam-Tionghoa Didorong Jadi Solusi Perdamaian di World Peace Forum
6 November 2025 18:05 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Ajaran Islam-Tionghoa Didorong Jadi Solusi Perdamaian di World Peace Forum
Kegiatan World Peace Forum atau Forum Perdamaian Dunia ke-9 bakal digelar di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, pada 9 hingga 11 November 2025. kumparanNEWS

Kegiatan World Peace Forum atau Forum Perdamaian Dunia ke-9 bakal digelar di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, pada 9 hingga 11 November 2025. Temanya 'Considering Wasatiyyat Islam and Tionghua for Global Collaboration'.
Executive Director Centre for Dialogue and Cooperation Among Civilization (CCDC), Ahmad Fuad Fanani, menilai ajaran yang terkandung di dalam Islam dan Tionghoa banyak persamaan. Untuk itu layak disodorkan sebagai pedoman untuk menciptakan perdamaian dunia.
"Jadi kita ingin membuat dan menawarkan solusi baru yang sebetulnya itu akarnya sudah ada karena dunia Islam dan dunia Tionghoa itu kan ada persamaan mereka sama-sama bukan dari Barat kan sama-sama dari Timur dan itu kan yang selama ini lebih enggak banyak ditengok di dunia," kata Ahmad dalam juampa pers di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (6/11).
Kini, kata Ahmad, ajaran Barat yang acap kali dijadikan sebagai pedoman sudah mengalami kemunduran dan mesti ditinggalkan. Oleh karena itu, sudah saatnya ajaran Islam dan Tionghoa dijadikan sebagai pedoman.
"Kalau dulu semuanya kan dibilang bahwa yang Barat itu yang paling bagus, yang paling unggul yang bisa memberikan solusi, ternyata kan enggak," ujar dia.
Dalam forum itu, akan diundang sejumlah tokoh mulai dari kalangan cendekiawan, pebisnis, dan politisi untuk berkolaborasi menyuarakan ajaran Islam dan Tionghoa sebagai pedoman menciptakan perdamaian dunia.
"Kita ingin membuat kolaborasi bahwa semua kalau kita ingin mencapai perdamaian dunia itu harus enggak cuma satu jalan saja. Enggak bisa satu pihak saja, tapi kita harus berkolaborasi dengan pihak-pihak yang lain," kata Ahmad.
Kegiatan itu dipastikan bakal dihadiri oleh sejumlah tokoh dunia, salah satunya Presiden Timor Leste yang juga penerima Nobel Perdamaian Laureate 1996, Jose Ramos Horta.
Sementara, penerima Nobel Perdamaian Laureate 2024 asal Jepang, Nihon Hidankyo, bakal hadir secara online.
Dalam susunan acara yang diterima, kegiatan itu bakal dibuka oleh Din Syamsuddin yang menjabat Chairman CDCC. Kemudian, akan ada diskusi panel yang akan diisi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla hingga Menteri Urusan Kebudayaan Thailand Sabeeda Thaised.
Kkegiatan akan ditutup oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dan dilanjutkan jamuan makan malam yang akan dipimpin oleh Gubernur Jakarta Pramono Anung di Balai Kota Jakarta.
