Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS, Massa Desak Hentikan Genosida di Gaza
7 Oktober 2025 15:35 WIB
·
waktu baca 3 menit
Aksi Bela Palestina di Depan Kedubes AS, Massa Desak Hentikan Genosida di Gaza
Aksi bela Palestina dengan tajuk “Dobrak Blokade, Stop Genozida Gaza” digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jakarta Pusat, Selasa (7/10).kumparanNEWS

Aksi bela Palestina dengan tajuk 'Dobrak Blokade, Stop Genosida Gaza' digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS), Jakarta Pusat, Selasa (7/10).
Aksi ini diinisiasi oleh Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) dan diwarnai dengan kibaran bendera Palestina.
Pantauan kumparan lokasi pada pukul 14.54 WIB, massa sudah memenuhi area depan Kedubes AS. Sebuah mobil komando berdiri di tengah kerumunan massa, tempat sejumlah peserta berorasi, salah satunya Ustaz Felix Siauw.
Awalnya, Jalan Medan Merdeka Selatan masih dibuka hingga menyebabkan kemacetan. Namun, pada pukul 15.00 WIB jalan akhirnya ditutup untuk kendaraan. Sekitar pukul 15.13 WIB, massa dari kelompok buruh dan ojek online turut tiba di lokasi sambil meneriakkan “Free, free Palestine!” dari atas mobil komando.
Tokoh agama Ustaz Felix Siauw menyebut aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi agar publik Indonesia terus menunjukkan dukungan terhadap rakyat Palestina.
“Acaranya intinya cuma pemberian aspirasi bahwasanya Indonesia punya dukungan penuh untuk saudara-saudara yang ada di Gaza dan di Baitul Maqdis secara umum. Bukan untuk apa pun, tapi memberikan dukungan,” ujar Felix saat ditemui di lokasi.
Felix menambahkan, aksi ini juga menyoroti lemahnya peran lembaga internasional dalam menghentikan blokade Gaza.
“Global Sumud Flotilla itu adalah sebuah gerakan yang untuk mendobrak daripada blokade di Gaza. Ini kan blokade ilegal, enggak berdasar sama sekali. Karena kenapa? Karena blokadenya pun dilakukan oleh penjajah,” kata Felix.
“Nah, karena itulah sebenarnya ini harus dihapuskan. PBB tidak cukup kuat untuk seperti ini. Nah, makanya sebenarnya bukan dimulai dari PBB tapi dimulai dari kita,” tambah dia.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk terus peduli dan bersuara terhadap isu kemanusiaan di Palestina.
“Cuma ada satu cara untuk menyelesaikan genosida. Kalau semua orang paham bahwa ini adalah sesuatu yang ilegal dan semua orang bicara dan semua orang mau ini berhenti, maka semua itu akan berhenti. Itu satu-satunya cara,” ucapnya.
Sementara itu, Ustaz Bachtiar Nasir, mengatakan "Tuntutan kita masih dua yang pertama adalah tentang blokade Gaza yang harus ditembus dan kita tidak akan berhenti walaupun ada perjanjian damai yang dikatakan Presiden AS, Trump kita masyarakat sipil society dunia tidak percaya bahwa Israel dan Amerika betul menjalankan perjanjiannya itu."
"Saya kira masyarakat Palestina juga sadar tentang pelanggaran-pelanggaran, kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah lebih maju dalam bermain dalam percaturan politik perdamaian dunia ini," sambungnya.
Tuntutan kedua, lanjut dia, massa meminta genosida agar segera dihentikan. "Dan perjanjian ini menjadi punya harapan bahwa betul betul kelaparan betul dihentikan. Ke depan bahwa di depan mata kita ini masih ada saudara kita yang lama ditahan termasuk tawanan tidak bersalah yang sudah bertahun-tahun di Israel," ujarnya.
