Alasan Pramono Kembali Bangun JPO Sarinah: Diperlukan, Terutama Untuk Difabel

11 Januari 2026 3:30 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alasan Pramono Kembali Bangun JPO Sarinah: Diperlukan, Terutama Untuk Difabel
Pramono Anung memastikan JPO Sarinah dibangun kembali karena dinilai penting, terutama untuk akses difabel. JPO akan menjadi alternatif tanpa menutup fasilitas penyeberangan di bawah.
kumparanNEWS
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (9/1/2026). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dalam acara Aktualisasi Nilai-Nilai Natal Tahun 2025 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jumat (9/1/2026). Foto: YouTube/ Pemprov DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah, Jakarta Pusat akan dibangun kembali. Ia menyebut peruntukan JPO itu salah satunya untuk penyandang disabilitas.
“Jadi JPO Sarinah dalam kajian, memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan kemudian kenapa diadakan,” ujarnya usai meninjau Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).
Pram—sapaan Pramono—mengaku telah mempertimbangkan pro dan kontra yang berkembang di masyarakat.
“Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya. Masyarakat yang apa, kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah,” katanya.
Pembangunan kembali itu, kata Pram, tak akan membuat pelican crossing ditutup.
“Enggak (ditutup). Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka. Kemudian, di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap semua enggak ada yang ditutup,” tambahnya.
Pram tak merinci perihal kapan JPO itu akan secara resmi dibuka.
“Urusan Sarinah terus terang keputusannya sebenarnya sudah dulu. Yang jelas sudah dibangun. Dan saya sebagai gubernur sekarang, bertanggung jawab untuk itu,” tandas dia.
JPO Kartini di depan Mal Sarinah. Foto: Anggita Aprilyani/kumparan

JPO Pertama di Indonesia

JPO Sarinah berada tepat di depan gedung Sarinah. JPO pertama di Indonesia itu sebelumnya diberi nama JPO Kartini.
Pasalnya, peresmiannya dilakukan pada tanggal 21 April 1968, bertepatan dengan hari ulang tahun Pahlawan Nasional Indonesia, RA Kartini. JPO Kartini diresmikan oleh Gubernur Jakarta periode 1966-1977, Ali Sadikin.
Dilansir Antara, pada 2022, JPO ini dibongkar dan ditutup pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Saat itu, penutupan dilakukan dengan alasan penataan kota dan estetika, agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah tidak terhalang.
Trending Now