Anak dari Cianjur Ditinggal Bapaknya yang Galak di Pasar Kebayoran Lama

2 Januari 2026 16:47 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak dari Cianjur Ditinggal Bapaknya yang Galak di Pasar Kebayoran Lama
Seorang anak laki-laki berinisial N (6) ditinggal oleh ayahnya bernama Aoki di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1) malam. Kata anak itu, ayahnya galak.
kumparanNEWS
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebayoran Lama mengamankan anak laki-laki (tengah) yang ditinggal ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2026). Foto: Satpol PP Kebayoran Lama/HO-ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kebayoran Lama mengamankan anak laki-laki (tengah) yang ditinggal ayahnya di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2026). Foto: Satpol PP Kebayoran Lama/HO-ANTARA
Seorang anak laki-laki berinisial N (6) ditinggal oleh ayahnya bernama Aoki di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Kamis (1/1) malam. Saat ini anak itu sudah di tangan Satpol PP Kebayoran Lama.
"Betul, sang anak kami temukan di Kebayoran Lama. Saat ini, kondisi anak baik," kata Kepala Satpol PP Kebayoran Lama Dian Citra, dikutip dari Antara, Jumat (2/1).
Dia memastikan sang anak dalam keadaan sehat. Anak itu juga telah diberi makanan yang cukup.
Satpol PP Kebayoran Lama masih berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya agar sang anak dapat kembali bertemu dengan keluarganya.
"Kita koordinasi dulu dengan Polsek Kebayoran Lama dan Dinas Sosial," ucap Dian.
Sementara itu, Kasatgaspol PP Kelurahan Kebayoran Lama Utara Muhidin Khodijah menjelaskan kronologi penemuan sang anak.
"Saat itu, saya patroli jam 10.00 WIB, nemu anak ini, dan saat ditanyakan, salah satu tukang ojek mengatakan dari malam di sini sampai pagi," ujar Muhidin.
Ayahnya Galak
Ketika dimintai keterangan, anak itu mengaku berasal dari Ciranjang, Cianjur. Ia dibawa oleh ayahnya dengan menggunakan mobil. Ia juga mengungkapkan ayahnya memiliki sifat galak.
Saat itu, mereka berhenti di jalan sekitar pasar dan Stasiun Kebayoran Lama. Kemudian, sang ayah pamit untuk merokok sebentar sementara anaknya ditinggal.
"Ayahnya bilang mau rokok, sebentar ditinggalin. Sampe ditungguin, gak balik-balik. Karena lebih dari lima jam, karena butuh makan, mandi dan istirahat, jadi kami bawa," ungkap Dian.
Trending Now