Anggota Komisi IX Soroti RS Tolak Pemuda Baduy Korban Begal: Tak Punya Empati

4 November 2025 19:29 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi IX Soroti RS Tolak Pemuda Baduy Korban Begal: Tak Punya Empati
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menilai tindakan rumah sakit yang menolak pemuda Baduy ini tidak manusiawi.
kumparanNEWS
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Repan, pemuda Baduy Dalam yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal saat ditemui di kawasan Jakarta Barat pada Selasa (4/11/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Pemuda Baduy bernama Repan menjadi korban begal di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/10) malam. Saat kejadian, Repan yang sedang berjualan madu mengalami luka bacok di lengan kiri dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Namun, pihak rumah sakit disebut menolak menangani Repan karena ia tidak memiliki KTP.
Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Suryani Chaniago, menilai tindakan rumah sakit itu tidak manusiawi.
โ€œRumah sakit kan bukan hanya cari untung! Nilai kemanusiaannya juga harus dipertimbangkan!โ€ kata Irma saat dihubungi, Selasa (4/11).
Anggota Komisi IX DPR, Irma Chaniago di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (29/9/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Ia menegaskan, rumah sakit seharusnya memprioritaskan kondisi darurat tanpa mempersoalkan administrasi.
โ€œApa lagi jelas ini terkait masyarakat adat yang memang tidak punya KTP apa lagi kartu BPJS,โ€ ujar politikus Partai NasDem itu.
Menurut Irma, penolakan itu mencerminkan kurangnya empati dari pihak rumah sakit.
โ€œRumah sakitnya aja yang tidak punya empati,โ€ ucapnya.
Kasus itu sedang diusut Polsek Cempaka Putih. Identitas rumah sakit yang menolak Repan belum diungkap.
Namun dari hasil penyelidikan sementara, Repan berjalan seorang diri saat kejadian. Ia tiba-tiba dihampiri empat orang tak dikenal yang mengendarai dua sepeda motor.
Para pelaku merampas, 10 madu yang dijual, ponsel dan uang tunai Rp 3 juta milik korban. Repan sempat melawan, namun salah satu pelaku membacok lengannya menggunakan celurit. Polisi masih memburu pelaku.
Trending Now