Anggota Komisi V Soroti BMKG Kerap Telat Beri Informasi Potensi Cuaca Ekstrem

11 November 2025 16:08 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Komisi V Soroti BMKG Kerap Telat Beri Informasi Potensi Cuaca Ekstrem
Komisi V DPR menyoroti keterlambatan informasi bencana alam yang dinilai masih terjadi di sejumlah daerah.
kumparanNEWS
Suasana rapat dengar pendapat Komisi V DPR dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana rapat dengar pendapat Komisi V DPR dengan Kepala BMKG dan Kepala BNPP/Basarnas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Komisi V DPR menyoroti keterlambatan informasi bencana alam yang dinilai masih terjadi di sejumlah daerah.
Anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan, Haryanto, mengatakan sejumlah kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem di berbagai daerah masih belum direspons secara cepat.
Ia menilai keterlambatan penyampaian informasi berpotensi menghambat langkah antisipasi masyarakat di wilayah terdampak.
โ€œYang kaitannya dengan BMKG, bahwa akhir-akhir ini memang cuaca ekstrem. Banyak kejadian-kejadian bencana alam yang tidak terduga, itu di beberapa daerah, baik di luar Jawa, di Jawa Tengah, maupun di daerah-daerah di Jawa Barat dan lain-lain. Nampaknya informasi itu agak terlambat, kalau menurut kami,โ€ kata Haryanto dalam rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11).
Aplikasi Info BMKG. Foto: Jofie Yordan/kumparan
Ia menjelaskan, program Sekolah Lapang yang dijalankan BMKG seharusnya diperluas agar penyebaran informasi ke masyarakat lebih efektif.
Haryanto menilai, fungsi Sekolah Lapang sangat membantu, tetapi saat ini cakupannya masih terbatas.
โ€œKarena berbagai faktor, tadi sudah disinggung teman-teman, Sekolah Lapang ini banyak mempunyai fungsi membantu, ya,โ€ ujar Haryanto.
โ€œSehingga kalau misalnya cakupannya itu tidak meluas, volumenya itu hanya terbatas, itu tidak bisa memberikan informasi, yang khususnya kepada BMKG. Tidak hanya mengandalkan institusi yang ada,โ€ lanjutnya.
Seseorang melihat perkiraan cuaca dari BMKG. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ia berharap BMKG dapat menambah jumlah peserta dan memperluas jangkauan program tersebut agar masyarakat memiliki bekal menghadapi potensi bencana.
โ€œTetapi kalau punya bekal Sekolah Lapang ini diperluas, kemudian volumenya juga ditambah, itu lain,โ€ kata Haryanto.
โ€œJadi kalau jumlahnya itu, kan yang ada itu Sekolah Lapang tadi disinggung juga hanya 30 orang, ya. Itu saja hanya terbatas waktu,โ€ tandasnya.
Trending Now