AS Akan Tolak Pemohon Visa yang Obesitas hingga Diabetes
14 November 2025 18:51 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
AS Akan Tolak Pemohon Visa yang Obesitas hingga Diabetes
AS mengeluarkan aturan imigrasi baru yang akan menolak calon imigran yang punya kondisi kesehatan seperti diabetes hingga obesitas.kumparanNEWS

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengeluarkan aturan imigrasi baru. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengirim misi diplomatik kepada staf kedutaan dan konsuler bahwa mereka harus mempertimbangkan kondisi kesehatan sebelum menerima pengajuan visa.
Aturan ini disebut sebagai upaya pemerintahan Trump untuk mengurangi imigran yang masuk ke AS. Dalam misi diplomatik bertanggal 6 November itu, Rubio memerintahkan konsulat dan kedutaan besar AS untuk menyaring calon imigran yang akan masuk ke AS.
"Anda harus mempertimbangkan kondisi kesehatan pemohon," tulis misi diplomatik itu sebagaimana dilaporkan The Washington Post, dikutip Jumat (14/11).
"Kondisi medis tertentu -- termasuk, tapi tidak terbatas pada penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, kanker, diabetes, penyakit metabolik, penyakit neurologis, dan kondisi kesehatan mental -- dapat memerlukan perawatan hingga ratusan ribu dolar," lanjut isi misi diplomatik itu.
Misi diplomatik itu juga meminta petugas visa mempertimbangkan obesitas sebelum memutuskan mengeluarkan visa. Sebab, obesitas dapat menyebabkan sleep apnea, tekanan darah tinggi, dan depresi klinis.
Lebih lanjut, petugas visa diminta mempertimbangkan pemohon tidak memenuhi syarat karena alasan lain seperti melewati usia pensiun dan berapa banyak tanggungan yang dimiliki -- anak atau orang tua lanjut usia.
Saat dikonfirmasi, wakil juru bicara Kemlu AS Tommy Pigott mengatakan bukan rahasia lagi pemerintahan Trump mengutamakan kepentingan rakyat AS.
"Ini termasuk menegakkan kebijakan yang memastikan sistem imigrasi kita tidak menjadi beban bagi pembayar pajak Amerika," katanya saat menjawab pertanyaan kantor berita Yonhap.
Berdasarkan kebijakan "America First", Trump memperketat aturan imigrasi dan keamanan perbatasan. Ia berjanji akan mengurangi pemborosan uang pembayar pajak.
