AS Potong Bantuan Luar Negeri, 14 Juta Nyawa Terancam

2 Juli 2025 14:51 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
AS Potong Bantuan Luar Negeri, 14 Juta Nyawa Terancam
Sebuah studi menyatakan bisa ada lebih dari 14 juta orang yang meninggal dunia--sepertiganya anak-anak--pada tahun 2030 karena pemangkasan dana USAID oleh Presiden AS Donald Trump.
kumparanNEWS
Ilustrasi USAID. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi USAID. Foto: Shutterstock
Kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menutup lembaga bantuan internasional (USAID) mengancam nyawa 14 juta orang di seluruh dunia pada 2030. Sepertiga dari 14 juta nyawa tersebut adalah anak-anak.
Mengutip AFP jurnal medis ternama, The Lancet, mempublikasikan data yang mengatakan 40 persen pendanaan untuk program hingga bantuan kemanusiaan di dunia berasal dari USAID.
Studi ini diungkap dalam konferensi PBB yang diselenggarakan di Sevilla, Spanyol, pada Selasa (1/7). Trump menutup USAID sejak awal 2025 ini.
"[Pemotongan dana] berisiko menghentikan secara tiba-tiba -- dan bahkan membalikkan -- kemajuan dua dekade di bidang kesehatan di antara populasi rentan," ujar salah satu penulis studi itu, Davide Rasella, seorang peneliti di Institut Kesehatan Global Barcelona (ISGlobal), dikutip Rabu (2/7).
Studi itu juga menyebutkan bahwa bantuan AS lewat USAID berhasil mencegah 91.8 persen kematian pada periode 2001 sampai 2021 di 133 negara.
"Bagi banyak negara berpendapatan rendah dan menengah, guncangan yang diakibatkannya akan sebanding dengan skala pandemi global atau konflik bersenjata besar," kata Rasella dalam sebuah pernyataan.
Ilustrasi USAID. Foto: Shutterstock
Lebih lanjut, bantuan AS disebut efektif dalam mencegah kematian akibat penyakit yang dapat dicegah seperti HIV/AIDS. USAID juga telah mampu menekan kematian sebanyak 65 persen di negara-negara yang menerima dukungan tingkat tinggi dibandingkan dengan negara-negara yang memiliki sedikit atau tidak ada pendanaan.
Di Sudan Selatan pun sudah merasakan dampak pemotongan AS itu. Anggota Action Against Hunger, Denish Ogen Rwot, mengatakan anak-anak di sana sudah banyak yang meninggal akibat pemotongan dana yang berpengaruh kepada bantuan untuk menghadapi kehidupan di daerah konflik.
"Anak-anak sudah banyak yang meninggal," katanya.
Untuk diketahui, sebelum pendanaannya dipotong, USAID mewakili 0,3 persen dari seluruh pengeluaran federal AS.
"Warga AS menyumbang sekitar 17 sen per hari ke USAID, sekitar USD 64 per tahun," kata salah satu penulis studi James Macinko dari Universitas California.
"Saya pikir kebanyakan orang akan mendukung pendanaan USAID yang berkelanjutan jika mereka tahu betapa efektifnya sumbangan sekecil itu untuk menyelamatkan jutaan nyawa," sambungnya.
Trending Now