AS Serang Kapal Venezuela, Klaim Milik Kartel dan Bawa Narkoba
16 September 2025 10:02 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
AS Serang Kapal Venezuela, Klaim Milik Kartel dan Bawa Narkoba
AS meluncurkan serangan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba Venezuela yang menuju AS.kumparanNEWS

Presiden AS Donald Trump mengatakan militernya meluncurkan serangan terhadap kapal yang diduga milik kartel narkoba Venezuela yang menuju ke AS. Ini menjadi serangan kedua terhadap kapal yang diduga bawa narkoba dalam beberapa minggu terakhir.
Dikutip dari Reuters, Selasa (16/9), Trump mengatakan tiga orang tewas dan serangan itu dilakukan di perairan internasional. Meski demikian, Trump tidak menyertakan bukti yang mendukung pernyataannya bahwa kapal itu membawa narkoba.
"Berdasarkan perintah saya pagi ini, Pasukan Militer AS melakukan Serangan Kinetik KEDUA terhadap kartel perdagangan narkoba dan narkotika yang teridentifikasi positif dan sangat kejam di wilayah tanggung jawab SOUTHCOM," kata Trump dalam pernyataannya di Truth Social.
"Kartel perdagangan narkoba yang sangat kejam ini MENJADI ANCAMAN terhadap Keamanan Nasional AS, Kebijakan Luar Negeri, dan kepentingan penting AS," kata Trump lagi.
SOUTHCOM yang dimaksud Trump adalah Komando Selatan AS, yang merupakan komando tempur militer yang mencakup 31 negara di sepanjang Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Karibia.
Trump juga mengunggah video berdurasi hampir 30 detik yang menunjukkan sebuah kapal meledak di perairan dan kemudian terbakar.
"Kami punya bukti, yang perlu anda lakukan adalah melihat kargo yang berceceran di lautan, kantong-kantong besar kokain dan fentanil," katanya lagi.
Serangan terbaru ini dilakukan di tengah peningkatan kekuatan militer AS di Karibia selatan. 5 pesawat F-35 milik AS terlihat mendarat di Puerto Rico pada Sabtu (13/9) setelah pemerintahan Trump memerintahkan 10 pesawat tempur siluman bergabung dalam operasi itu.
Terlihat juga setidaknya 7 kapal perang AS di kawasan, yang salah satunya merupakan kapal selam bertenaga nuklir.
Lebih lanjut, Trump mengatakan operasi serupa dapat dilakukan di darat yang menargetkan terduga penyelundup narkoba.
"Ketika mereka datang lewat darat, kami akan menghentikan mereka sama seperti kami menghentikan kapal-kapal. Tapi mungkin dengan membicarakannya sedikit, itu tidak akan terjadi," kata Trump.
Beberapa jam sebelum unggahan Trump, Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan AS melakukan agresi terhadap negaranya dan komunikasi antara dua pemerintahan secara sah telah berakhir.
Pemerintah Venezuela sebelumnya mengatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan pertama. Kapal yang jadi sasaran saat itu adalah Tren de Aragua.
Venezuela juga telah mengerahkan puluhan ribu pasukan untuk memerangi perdagangan narkoba dan mempertahankan negara.
Presiden Maduro telah beberapa kali menuduh AS ingin menjatuhkan kekuasaannya. AS bulan lalu menggandakan hadiah untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro menjadi USD 50 juta (setara Rp 818 miliar). AS menuduh Maduro terkait dengan perdagangan narkoba dan kelompok kriminal.
