Atalia soal Ponpes Al Khoziny Dibangun Pakai ABPN: Jangan Terkesan Lalai Dibantu

12 Oktober 2025 12:13 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Atalia soal Ponpes Al Khoziny Dibangun Pakai ABPN: Jangan Terkesan Lalai Dibantu
Politikus Golkar itu menyebut jangan sampai ada perlakuan istimewa ke Ponpes Al Khoziny, sementara bangunan pendidikan atau keagamaan lainnya tak dapat perlakuan yang sama.
kumparanNEWS
Anggota DPR Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya memberikan paparan saat mengikuti rapat dengan kepala badan penyelenggaraan Haji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen
zoom-in-whitePerbesar
Anggota DPR Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya memberikan paparan saat mengikuti rapat dengan kepala badan penyelenggaraan Haji di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/2/2025). Foto: Youtube/ TVR Parlemen
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Atalia Praratya atau akrab dipanggil Cinta menyorot usulan pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur yang ambruk memakai APBN. Menurutnya, rencana itu harus dikaji secara hati-hati.
Cinta menyebut jangan sampai ada perlakuan istimewa ke Ponpes Al Khoziny, sementara bangunan pendidikan atau keagamaan lainnya tak dapat perlakuan yang sama.
β€œTerkait wacana penggunaan APBN untuk membangun ulang ponpes, belum menjadi keputusan final ya. Saya kira masih harus dikaji secara hati-hati,” ucap Cinta saat dihubungi, Minggu (12/10).
β€œSaya memahami kegelisahan masyarakat. Jangan sampai muncul kesan bahwa lembaga yang lalai justru dibantu, sementara banyak sekolah, rumah ibadah, atau masyarakat lain yang mengalami musibah tidak mendapatkan perlakuan yang sama. Karena itu, mekanisme penggunaan APBN harus sangat jelas dan adil,” tambahnya.
Cinta menilai bahwa seharusnya yang diutamakan adalah mengusut apakah ada unsur kelalaian dalam ambruknya Ponpes tersebut.
β€œKalau memang ada unsur kelalaian, harus ada pihak yang bertanggung jawab. Keadilan bagi korban lebih utama,” ucap Atalia.
β€œNegara memang punya kewajiban melindungi santri dan keberlangsungan pendidikan keagamaan. Bukan hanya di Al Khoziny, tapi juga ribuan pesantren/ lembaga pendidikan agama lain yang bangunannya sudah tua dan berisiko,” tambahnya.
Evakuasi hari ke-7 korban ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. Foto: Dok. Tim SAR
Istri eks Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ini pun menegaskan bahwa rencana pembangunan ulang menggunakan APBN harus dikaji lebih dalam lagi sambil memproses hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab.
β€œJadi, usulan penggunaan APBN ini harus dikaji ulang dengan sangat serius, sambil memastikan proses hukum berjalan dan kebijakan ke depan lebih adil, lebih transparan, dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial,” tutupnya.
Usulan pembangunan ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo menggunakan APBN sebelumnya dilontarkan oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. Tak hanya untuk pembangunan, APBN juga diusulkan akan dikucurkan dalam proses audit ambruknya ponpes tersebut yang mengakibatkan puluhan santri menjadi korban jiwa.
"Insyaallah cuma dari APBN, ya. Tidak menutup kemudian, nanti kalau ada bantuan dari swasta, kita pasti akan lakukan. Cuma sementara waktu dari APBN," Dody di Kantor Kementerian PU pada Selasa (7/10).
Trending Now