Atap Asrama Ambruk: Ponpes di Situbondo Hentikan Sementara Aktivitas Santriwati
30 Oktober 2025 20:49 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Atap Asrama Ambruk: Ponpes di Situbondo Hentikan Sementara Aktivitas Santriwati
Aktivitas Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, dihentikan. kumparanNEWS

Aktivitas Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, dihentikan sementara. Hal ini setelah ambruknya atap bangunan asrama putri ponpes tersebut pada Rabu (29/10) kemarin.
Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi'iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani , KH Muhammad Hasan Nailul Ilmi, mengatakan pemberhentian aktivitas ini berlaku hingga sepekan ke depan dan hanya berlaku untuk santri putri saja.
"Aktivitas pesantren kami sendiri sementara dalam 1 minggu dibekukan khususnya santri putri," kata Hasan kepada wartawan, Kamis (30/10).
Hasan mengungkapkan, pemberhentian aktivitas ini mempertimbangkan kondisi para santriwati dan bangunan yang masih rusak.
"Mereka masih syok dan yang kedua asrama putrinya belum bisa ditempati karena memang belum kami perbaiki. Jadi santri putri dibekukan mulai kemarin dalam waktu 1 minggu," ucapnya.
Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno, mengatakan ambruknya atap bangunan ponpes tersebut diduga akibat hujan lebat dan angin kencang.
"Serta adanya keretakan pada beberapa bagian bangunan merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi pada tanggal 25 September 2025," kata Satrio saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan mengatakan total ada 19 santri yang berada di kamar pondok saat peristiwa terjadi.
Dari 19 santriwati, 14 orang di antaranya mengalami luka ringan, 4 orang dirawat di rumah sakit dan 1 orang meninggal.
Satu santriwati yang meninggal dunia yakni Putri, warga Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
"Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal," katanya.
