Atap Ponpes Situbondo Ambruk: BPBD Beri Bantuan Material, Latih Evakuasi Bencana
31 Oktober 2025 12:54 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Atap Ponpes Situbondo Ambruk: BPBD Beri Bantuan Material, Latih Evakuasi Bencana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyerahkan sejumlah bantuan kepada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani, Besuki, Situbondo.kumparanNEWS

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyerahkan sejumlah bantuan kepada Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Jatim. Hal ini setelah atap bangunan asrama putri ponpes tersebut ambruk dan menewaskan seorang santriwati.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan bantuan yang disalurkan di antaranya, bahan material bangunan, berupa 50 sak semen dan 150 buah galvalum.
"Selain bantuan material bangunan, Tim BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan logistik, berupa 15 buah terpal, 20 buah selimut, 10 paket family kit, 10 paket kidsware dan 20 paket sandang wanita," kata Gatot, Jumat (31/10).
Gatot menyampaikan duka cita atas musibah yang menimpa para santriwati Ponpes Salafiyah Syafi'iyyah Syekh Abdul Qodir Jaelani itu.
"Seperti yang diketahui, akibat runtuhnya atap asrama putri Ponpes Salafiyah Syafi'iyyah, terdapat santriwati yang menjadi korban," ucapnya.
Gatot berharap kejadian ini bisa memberikan hikmah dan pembelajaran akan perlunya mitigasi di lingkungan pesantren.
"Selain perlu mengenali potensi bencana alam di wilayah sekitar, di lingkungan pesantren juga perlu dikenalkan mitigasi bahaya kebakaran dan upaya penanggulangannya," ujarnya.
Ia menyampaikan, pihaknya juga tengah memperkuat pelatihan atau simulasi tanggap bencana di pesantren.
"Nantinya, pelatihan dan simulasi evakuasi bencana akan kita perkuat lagi di lingkungan pesantren," katanya.
Sebelumnya, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim, Satrio Nurseno, mengatakan ambruknya atap bangunan ponpes tersebut diduga akibat hujan lebat dan angin kencang.
"Serta adanya keretakan pada beberapa bagian bangunan merupakan dampak dari gempa bumi berkekuatan 5,7 SR yang terjadi pada tanggal 25 September 2025," kata Satrio saat dikonfirmasi, Rabu (29/10).
19 Santriwati
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Syekh Abdul Qodir Jaelani, Kiai Hasan, mengatakan total ada 19 santri yang berada di kamar pondok saat peristiwa terjadi.
Dari 19 santriwati, 14 orang di antaranya mengalami luka ringan, 4 orang dirawat di rumah sakit dan 1 orang meninggal.
Satu santriwati yang meninggal dunia, yakni Putri, warga Dusun Rawan, Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
"Ini musibah, kami berduka. Dari 19 santri yang sedang berada di lokasi kejadian, satu orang santri putri meninggal," katanya.
Peristiwa atap ambruk ini terjadi tak lama setelah bangunan Ponpes Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, ambruk dan menewaskan 67 orang.
