Aturan Baru Pentagon AS Dinilai Batasi Kebebasan Pers, Jurnalis Angkat Kaki
17 Oktober 2025 17:33 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Aturan Baru Pentagon AS Dinilai Batasi Kebebasan Pers, Jurnalis Angkat Kaki
Aturan baru bagi jurnalis yang meliput di Pentagon menuai kritik karena dinilai membatasi kebebasan pers.kumparanNEWS

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengeluarkan aturan agar jurnalis yang meliput di Pentagon menandatangani dokumen persetujuan.
Salah satu klausul dalam dokumen itu adalah wartawan Pentagon tidak akan mempublikasikan informasi yang tidak diizinkan, termasuk informasi yang tidak bersifat rahasia (unclassified) tetapi belum disetujui untuk publikasi.
Namun, aturan baru ini ditolak oleh wartawan yang bertugas di Pentagon dengan alasan membatasi kebebasan pers. Asosiasi Pers Pentagon yang mewakili 56 media seperti Associated Press, The New York Times, Fox News hingga Newsmax meminta jurnalisnya untuk meninggalkan Pentagon alih-alih menandatangani aturan itu.
Sekitar 40 hingga 50 wartawan pun mengembalikan lencana akses dan meninggalkan Pentagon pada Rabu (15/10). Mereka memutuskan meninggalkan Pentagon bersama-sama pukul 16.00 waktu setempat sesuai batas waktu yang ditetapkan Kementerian Pertahanan.
Wartawan terlihat mengemas barang-barang mereka, sehingga ruang kerja wartawan yang tadinya dipenuhi buku hingga dokumen jadi kosong.
"Menyedihkan, tapi saya juga bangga dengan korps pers yang telah kita jalin bersama," kata wartawan The Atlantic, Nancy Youssef.
Youssef mengatakan, aturan yang dikeluarkan Hegseth tidak masuk akal.
"Menyetujui untuk tidak meminta informasi sama saja menyetujui untuk tidak jadi jurnalis. Tujuan utama kami adalah meminta informasi," katanya lagi.
Aturan Baru Bagi Jurnalis Pentagon Didukung Trump
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan mendukung aturan baru yang dikeluarkan Hegseth.
"Saya rasa dia menganggap pers sangat mengganggu perdamaian dunia. Pers sangat tidak jujur," kata Trump di Gedung Putih.
Jauh sebelum mengeluarkan aturan baru, Hegseth secara sistematis membendung arus informasi. Dia hanya menggelar dua konferensi pers formal, melarang jurnalis mengakses banyak bagian Pentagon tanpa pengawalan, dan meluncurkan investigasi atas kebocoran informasi ke media.
Hegseth menyebut aturan baru itu sebagai akal sehat. Menurutnya, persyaratan supaya jurnalis menandatangani dokumen tersebut bukan berarti menyetujui, melainkan mengakui adanya aturan itu. Namun, para jurnalis memiliki pandangan berbeda.
"Apa yang mereka lakukan, mereka ingin menyuap informasi kepada jurnalis, dan itu akan menjadi berita. Itu bukan jurnalistik," kata pensiunan jenderal Angkatan Darat AS yang juga analis Fox News, Jack Keane.
Keane kemudian bercerita mewajibkan brigjen baru untuk mengikuti kelas tentang peran media dalam demokrasi, supaya mereka tidak terintimidasi dan memandang jurnalis sebagai penghubung ke publik AS.
"Ada masa berita yang telah dipublikasikan membuat saya sedikit tersentak. Tapi biasanya karena kami membuat sesuatu yang tidak sebaik seharusnya," kata Keane.
