Australia Minta Warganya Tinggalkan Iran yang Dilanda Demo Berujung Rusuh

8 Januari 2026 5:27 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Australia Minta Warganya Tinggalkan Iran yang Dilanda Demo Berujung Rusuh
Pemerintah Australia pada Rabu (7/1) meminta warganya untuk meninggalkan Iran yang tengah dilanda demo berujung rusuh.
kumparanNEWS
Para pemilik toko dan pedagang turuk ke jalan dalam aksi demonstrasi, memprotes kondisi ekonomi Iran pada Senin (29/12/2025) Foto: Fars via AFP
zoom-in-whitePerbesar
Para pemilik toko dan pedagang turuk ke jalan dalam aksi demonstrasi, memprotes kondisi ekonomi Iran pada Senin (29/12/2025) Foto: Fars via AFP
Pemerintah Australia pada Rabu (7/1) meminta warganya untuk meninggalkan Iran yang tengah dilanda demo berujung rusuh.
Gelombang demonstrasi telah berlangsung lebih dari sepekan dan di sejumlah titik memakan korban jiwa.
"Jika Anda berada di Iran, Anda harus segera pergi," kata pemerintah Australia, dikutip dari AFP, Kamis (8/1)
"Ada protes kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh negeri yang mungkin akan meningkat lebih lanjut tanpa pemberitahuan situasi keamanannya tidak menentu," tambahnya.
Aksi protes di Iran pertama kali pecah pada 28 Desember 2025, ketika para pedagang di ibu kota Teheran menggelar mogok kerja sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga dan stagnasi ekonomi. Seiring waktu, demonstrasi menyebar ke berbagai kota lain dan berkembang menjadi tuntutan politik
Para pengunjuk rasa berpawai di pusat kota Teheran, Iran, Senin (29/12/2025). Foto: Fars News Agency via AP
Perekonomian Iran memang tengah tertekan oleh sanksi internasional yang ketat. Nilai tukar mata uang rial dilaporkan telah anjlok lebih dari sepertiga terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu, sementara inflasi menembus dua digit.
Pada Minggu (4/1), pemerintah Iran mengumumkan pemberian tunjangan bulanan bagi seluruh warga negara sebagai upaya meringankan beban ekonomi. Nilainya setara sekitar 3,5 persen dari rata-rata upah bulanan.
Harian reformis Arman Melli pada Senin (5/1) menulis bahwa otoritas Iran telah โ€œmendengar suara para demonstranโ€. Sebaliknya, surat kabar konservatif Javan dan Kayhan menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik dukungan finansial terhadap para perusuh.
Trending Now