Ayah Mahasiswa Undip yang Buat Video Deepfake Porno Seorang Polisi
22 Oktober 2025 14:17 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Ayah Mahasiswa Undip yang Buat Video Deepfake Porno Seorang Polisi
Polda Jawa Tengah (Jateng) membenarkan ayah mahasiswa Undip Chiko Radityatama Agung Putra pembuat video deepfake asusila menggunakan AI merupakan seorang polisi.kumparanNEWS

Polda Jawa Tengah (Jateng) membenarkan ayah mahasiswa Undip Chiko Radityatama Agung Putra pembuat video deepfake asusila menggunakan AI merupakan seorang polisi.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto mengatakan, ayah Chiko merupakan seorang polisi yang bertugas di Polres Semarang.
"Iya benar anggota polisi, tugasnya di Polres Semarang," ujar Artanto saat dikonfirmasi, Rabu (22/10).
Namun, Artanto menegaskan kasus ini akan ditangani profesional. Pihaknya belum memanggil Chiko lantaran kasus ini masih berproses di Direktorat Reserse Siber Polda Jateng.
"Iya tidak ngaruh kita menagani kasus ini secara transparan dan profesional. Percayakan Kasus ini masih berproses dan kami sudah mengundang pihak yang terkait mulai dari sekolah, korban, atau Chiko sendiri untuk dilakukan klarifikasi. Percayakan pada Polri," tegas dia.
Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan aspek psikologis baik dari sisi korbannya maupun sisi pelaku.
"Penyidik punya pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam proses ini karena berkaitan dengan masalah anak, kemudian berkaitan dengan kontennya tersebut dan penyidik pun harus hati-hati supaya ini tidak mengganggu psikologis korban maupun terhadap si pelaku tersebut," kata Artanto.
Asal Mula Kasus
Kasus ini terungkap setelah muncul video terduga pelaku bernama Chiko Radityatama Agung Putra meminta maaf atas perbuatannya itu. Permintaan maaf secara terbuka melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi sekolah, @sman11semarang.official.
Dalam video tersebut, ia mengaku video berjudul βSkandal Smanseβ yang beredar di media sosial bukan video asli, melainkan hasil editannya semata.
"Pembuatan video dengan judul Skandal Smanse, baik foto maupun video, itu tidak benar-benar ada. Namun, hanya editan belaka dengan aplikasi AI," ujar Chiko dalam video tersebut.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada kepala sekolah, guru serta seluruh siswa-siswi SMAN 11 Semarang karena perbuatannya telah mencoreng nama baik sekolah.
"Saya ingin meminta permohonan maaf atas perbuatan saya, di mana saya telah mengedit dan mengunggah foto maupun video teman-teman tanpa izin pada akun Twitter saya," kata Chiko.
Video porno deepfake ini memicu aksi demo dari para siswa SMAN 11 Semarang. Mereka menuntut keadilan bagi para korban.
