Ayah Prada Lucky Diduga Langgar Disiplin soal Tak Percaya Pengadilan Militer

5 November 2025 9:59 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ayah Prada Lucky Diduga Langgar Disiplin soal Tak Percaya Pengadilan Militer
TNI AD menekankan pentingnya disiplin dan etika prajurit dalam setiap tindakan, termasuk saat menghadapi situasi sulit.
kumparanNEWS
Ayah Prada Lucky Namo, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ayah Prada Lucky Namo, Sersan Mayor (Serma) Christian Namo. Foto: Dok. Istimewa
Pengadilan Militer (Dilmil) III-15 Kupang telah menggelar persidangan kasus penganiayaan yang menyebabkan Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo meninggal dunia.
Selama persidangan, majelis hakim pengadilan militer menghadirkan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan dalam proses pencarian keadilan.
Ruang sidang dipadati oleh keluarga korban, termasuk ayah almarhum, Pelda Chrestian Namo, serta ibu korban, Sepriana Paulina Mirpey, dan pihak keluarga lainnya yang datang memberikan dukungan moral.
Namun, di tengah proses hukum yang sedang berjalan, pernyataan Pelda Chrestian Namo di sejumlah media televisi menjadi sorotan publik.
Cherstian menyebut, dirinya tidak mempercayai pengadilan di lingkungan militer serta merasa tidak mendapatkan akses informasi dari satuannya terkait perkembangan kasus anaknya.
Persidangan kasus dugaan penganiayaan berantai yang mengakibatkan kematian Prajurit Dua (Prada) Lucky Chepril Saputra Namo terus bergulir di Pengadilan Militer (Dilmil) III-15 Kupang. Foto: Dok. Istimewa
Menanggapi hal tersebut, Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono memberikan klarifikasi. Danrem menegaskan, proses hukum terhadap kasus kematian Prada Lucky berjalan transparan dan sesuai ketentuan hukum militer yang berlaku.
β€œProses sidang sudah berjalan di Pengadilan Militer III-15 Kupang dengan agenda pemeriksaan saksi. Saya sebagai pimpinan wilayah terus memantau jalannya persidangan dan memastikan penegakan hukum dilaksanakan sesuai aturan,” kata Hendro kepada wartawan, Rabu (5/11).
Hendro menekankan pentingnya disiplin dan etika prajurit dalam setiap tindakan, termasuk saat menghadapi situasi sulit.
β€œKami selalu menekankan kepada seluruh prajurit untuk memegang teguh disiplin dan etika kehidupan keprajuritan. Saya juga mengimbau kepada rekan-rekan media agar lebih selektif dalam pemberitaan, supaya tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap proses hukum yang sedang berjalan,” ujarnya.
17 senior Prada Lucky yang ikut menyiksa Prada Lucky saat mengikuti sidang di Pengadilan Militer Kupang, Rabu (29/10/2025). Foto: kumparan

Ayah Prada Lucky Diduga Langgar Disiplin

Terkait Pelda Chrestian, Danrem menyampaikan pihaknya menerima laporan dari Dandim 1627/Rote Ndao mengenai dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
β€œSaya sudah menerima laporan dari Dandim 1627/Rote Ndao bahwa Pelda Chrestian diduga melakukan pelanggaran disiplin keprajuritan. Saat ini sedang kita dalami dan akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku, dalam waktu dekat kita lihat laporan apa yang akan di sampaikan oleh komandan Kodim,” kata Hendro.
Hendro menegaskan, seluruh proses penyelidikan hingga penyerahan berkas perkara kepada Oditur Militer telah dilakukan secara terbuka.
β€œTidak benar kalau dikatakan Pelda Chrestian tidak mendapat informasi. Yang bersangkutan sudah dua kali kami panggil ke Korem untuk diberikan penjelasan," kata Hendro.
"Semua proses, mulai dari penyelidikan hingga penyerahan berkas ke Oditur Militer, berjalan transparan. Kami bahkan hadir langsung dalam prosesi pemakaman almarhum sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral,” tandasnya.
Trending Now