Badai Maut Kalmaegi: 140 Orang di Filipina Tewas, Kini Ancam Vietnam
6 November 2025 14:11 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Badai Maut Kalmaegi: 140 Orang di Filipina Tewas, Kini Ancam Vietnam
Setidaknya 140 orang tewas dan 127 lainnya hilang akibat hantaman Badai dahsyat Kalmaegi di Filipina, Kamis (6/11). kumparanNEWS

Setidaknya 140 orang tewas dan 127 lainnya hilang akibat hantaman badai dahsyat Kalmaegi di Filipina, Kamis (6/11). Saat ini siklon tropis tersebut bergerak menuju Vietnam.
Menurut lembaga database bencana alam E-DAT, Kalmaegi adalah yang paling mematikan di Filipina pada 2025. Topan dahsyat itu memicu banjir besar di wilayah tengah Filipina.
Salah seorang korban banjir di kota Liloan, Christine Aton, mengatakan banjir menghantam rumahnya dengan sangat cepat hingga kamar tidur terendam air.
Kakak Aton, Michelle, menjadi salah satu korban keganasan badai. Michelle yang menderita disabilitas terperangkap banjir di dalam rumah tanpa bisa diselamatkan.
βKami mencoba mencongkel pintu kamarnya dengan pisau dapur dan linggis, tetapi tidak berhasil. Lalu kulkas mulai mengapung,β kata Aton (29), seperti dikutip dari AFP.
βSaya membuka jendela, lalu ayah dan saya berenang keluar. Kami menangis karena ingin menyelamatkan kakak perempuan saya,β sambungnya.
βTetapi ayah saya mengatakan kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena kami bertiga mungkin akan mati,β jelasnya.
Atas dahsyatnya badai tersebut, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan status keadaan bencana nasional. Dengan keputusan ini, pemerintah memiliki wewenang untuk mengucurkan dana darurat dan menetapkan batas tertinggi harga sembako.
Sementara itu, badan cuaca Vietnam melaporkan bahwa saat bergerak ke negaranya, kekuatan angin terus menguat.
Badai diperkirakan akan tiba di Vietnam bagian tengah pada Kamis malam. Warga diminta waspada karena badai berpotensi menimbulkan tinggi ombak hingga delapan meter.
βKalmaegi adalah sesuatu yang sangat mendesak dan berbahaya. Situasi ini benar-benar abnormal,β ujar Deputi PM Vietnam Tran Hong Ha.
