Badai Maut Kalmaegi: 140 Orang di Filipina Tewas, Kini Ancam Vietnam

6 November 2025 14:11 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Badai Maut Kalmaegi: 140 Orang di Filipina Tewas, Kini Ancam Vietnam
Setidaknya 140 orang tewas dan 127 lainnya hilang akibat hantaman Badai dahsyat Kalmaegi di Filipina, Kamis (6/11).
kumparanNEWS
Foto udara rumah-rumah yang hancur tersapu banjir besar akibat Topan Kalmaegi di Talisay, Cebu, Filipina, Rabu (5/11/2025). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara rumah-rumah yang hancur tersapu banjir besar akibat Topan Kalmaegi di Talisay, Cebu, Filipina, Rabu (5/11/2025). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS
Setidaknya 140 orang tewas dan 127 lainnya hilang akibat hantaman badai dahsyat Kalmaegi di Filipina, Kamis (6/11). Saat ini siklon tropis tersebut bergerak menuju Vietnam.
Menurut lembaga database bencana alam E-DAT, Kalmaegi adalah yang paling mematikan di Filipina pada 2025. Topan dahsyat itu memicu banjir besar di wilayah tengah Filipina.
Salah seorang korban banjir di kota Liloan, Christine Aton, mengatakan banjir menghantam rumahnya dengan sangat cepat hingga kamar tidur terendam air.
Sejumlah mobil rusak terbalik di perumahan setelah banjir besar yang disebabkan Topan Kalmaegi di kota Cebu, Filipina, Selasa (4/11/2025). Foto: Eloisa Lopez/Reuters
Kakak Aton, Michelle, menjadi salah satu korban keganasan badai. Michelle yang menderita disabilitas terperangkap banjir di dalam rumah tanpa bisa diselamatkan.
β€œKami mencoba mencongkel pintu kamarnya dengan pisau dapur dan linggis, tetapi tidak berhasil. Lalu kulkas mulai mengapung,” kata Aton (29), seperti dikutip dari AFP.
β€œSaya membuka jendela, lalu ayah dan saya berenang keluar. Kami menangis karena ingin menyelamatkan kakak perempuan saya,” sambungnya.
β€œTetapi ayah saya mengatakan kami tidak bisa berbuat apa-apa, karena kami bertiga mungkin akan mati,” jelasnya.
Atas dahsyatnya badai tersebut, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan status keadaan bencana nasional. Dengan keputusan ini, pemerintah memiliki wewenang untuk mengucurkan dana darurat dan menetapkan batas tertinggi harga sembako.
Foto udara rumah-rumah yang hancur tersapu banjir besar akibat Topan Kalmaegi di Talisay, Cebu, Filipina, Rabu (5/11/2025). Foto: Eloisa Lopez/REUTERS
Sementara itu, badan cuaca Vietnam melaporkan bahwa saat bergerak ke negaranya, kekuatan angin terus menguat.
Badai diperkirakan akan tiba di Vietnam bagian tengah pada Kamis malam. Warga diminta waspada karena badai berpotensi menimbulkan tinggi ombak hingga delapan meter.
β€œKalmaegi adalah sesuatu yang sangat mendesak dan berbahaya. Situasi ini benar-benar abnormal,” ujar Deputi PM Vietnam Tran Hong Ha.
Trending Now