Badak Cula Satu Mati Usai Dipindahkan dari Hutan ke Paddock di TN Ujung Kulon

27 November 2025 10:41 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Badak Cula Satu Mati Usai Dipindahkan dari Hutan ke Paddock di TN Ujung Kulon
Pemindahan Musofa terkait program dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) bernama Translokasi Badak Jawa.
kumparanNEWS
Upaya pemindahan Musofa dari hutan ke sebuah paddock di Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Foto: Instagram/ @btn_ujung_kulon
zoom-in-whitePerbesar
Upaya pemindahan Musofa dari hutan ke sebuah paddock di Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Foto: Instagram/ @btn_ujung_kulon
Seekor badak jawa atau badak cula satu bernama Musofa mati usai dipindahkan dari hutan ke sebuah paddock di Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten.
Paddock adalah area tertutup yang digunakan untuk tempat merawat hewan.
Pemindahan Musofa terkait program dari Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) bernama Translokasi Badak Jawa. Program tersebut memindahkan individu badak dari semenanjung Ujung Kulon ke lokasi yang telah disiapkan secara ekologis dan dinilai aman.

Penyakit Kronis Bawaan

Musofa, badak cula satu. Foto: Instagram/ @btn_ujung_kulon
Kepala Balai TNUK Ardi Andono membantah kematian Musofa dikarenakan adanya kesalahan prosedur penanganan saat proses pemindahan, melainkan disebabkan oleh penyakit kronis yang dideritanya.
"Seekor badak jawa bernama Musofa yang menjalani perawatan intensif di JRSCA TNUK dinyatakan tidak dapat diselamatkan akibat kondisi penyakit kronis bawaan yang sudah lama diderita," kata Ardi dalam keterangannya, Kamis (27/11).
Ardi menyebut, Musofa sempat mengalami penurunan kondisi sebelum dinyatakan mati pada Jumat, 7 November 2025 lalu. Musofa ditangkap usai masuk ke dalam perangkap yang dibuat petugas pada Senin, 3 November 2025 dan dipindahkan ke paddock JRSCA pada Rabu, 5 November 2025.
Upaya pemindahkan Musofa dari hutan ke sebuah paddock di Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Foto: Instagram/ @btn_ujung_kulon
Menurut Ardi, faktor cuaca ekstrem di area TNUK turut menjadi faktor terlambatnya proses pemindahan Musofa dari area semenanjung ke dalam paddock JRSCA. Namun kata Ardi, saat pertama ditangkap kondisi Musofa dalam keadaan stabil.
"Musofa berhasil masuk pit trap pada 3 November 2025. Kemudian proses pemindahan dilakukan setelah mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem dan keselamatan satwa. Musofa tiba di JRSCA pada 5 November 2025 dengan kondisi stabil dan respons menunjukkan adaptasi yang baik," terang Ardi.
"Namun pada 7 November 2025, Musofa mengalami penurunan kondisi klinis. Tim medis segera memberikan penanganan darurat. Sayangnya, pada sore hari yang sama, Musofa dinyatakan tidak dapat diselamatkan," imbuhnya.
Pemindahan Musofa dari hutan ke sebuah paddock di Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Foto: Instagram/ @btn_ujung_kulon

Penyakit Kronis di Organ Dalam

Disampaikan Ardi, dari hasil pemeriksaan oleh tim patologi SKHB (Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis) Institut Pertanian Bogor (IPB), terdapat penyakit kronis di bagian organ dalam ditambah luka di tubuh luar Musofa yang diduga karena perkelahian di alam.
"Pemeriksaan menunjukkan adanya penyakit kronis yang sudah berlangsung lama pada lambung, usus dan otak. Infeksi parasit dalam jumlah signifikan serta tanda degenerasi jaringan. Ditemukan pula luka lama akibat perkelahian di alam, namun bukan penyebab utama," ucap Ardi.
Upaya pemindahan Musofa dari hutan ke sebuah paddock di Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA), Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Foto: Instagram/ @btn_ujung_kulon
Atas peristiwa itu, dikatakan Ardi, pihaknya akan semakin meningkatkan standar pengelolaan kesehatan badak jawa di habitat alaminya dengan menyiapkan langkah lanjutan berupa analisis komprehensif penguatan deteksi dini penyakit, pengelolaan habitat dan pemantauan populasi.
"Semangat, dedikasi dan ilmu pengetahuan yang telah dicurahkan dalam operasi (translokasi) ini akan terus menjadi fondasi bagi upaya perlindungan badak Jawa guna memastikan keberlangsungan spesies kebanggaan Indonesia bagi generasi mendatang," tandasnya.
Trending Now