Badan Geologi Beri Penjelasan soal Muncul 'Air Mancur' di Kawasan Sembalun

15 Desember 2025 17:05 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Badan Geologi Beri Penjelasan soal Muncul 'Air Mancur' di Kawasan Sembalun
Viral sebuah video yang memperlihatkan 'air terjun dadakan' di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
kumparanNEWS
Gunung Rinjani. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Rinjani. Foto: Shutter stock
Viral sebuah video yang memperlihatkan 'air terjun dadakan' di kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Terkait video viral itu, Badan Geologi, Kementerian ESDM memberi penjelasan. Fenomena itu muncul karena selama sekitar 4 hari terjadi hujan berturut-turut dan mencapai puncaknya pada Senin (8/12).
"Sehingga debit limpasan meningkat dan air tampak jatuh membentuk 'air terjun' pada tebing-tebing bukit yang berlereng curam," kata Badan Geologi, dikutip dari akun Instagramnya, Senin (15/12).
Badan Geologi menjelaskan, secara geologi perbukitan Sembalun banyak tersusun oleh breksi vulkanik dan lava yang relatif kedap air, sehingga ketika hujan deras terjadi kemampuan tanah atau batuan untuk meresapkan air terbatas dan air lebih banyak mengalir sebagai limpasan permukaan (runoff).
"Limpasan ini kemudian mengikuti alur-alur alami berupa sungai/cekungan intermiten yang memang terbentuk di bukit-bukit tersebut, sehingga sesaat terlihat sebagai air terjun 'mendadak'. Setelah hujan mereda, suplai air berkurang dan aliran akan mengecil hingga menghilang," sambungnya.
Fenomena 'air terjun dadakan' di Sembalun adalah proses alami akibat hujan deras berhari-hari tang menghasilkan limpasan besar pada bukit-bukit curam.
"Karena batuannya relatif kedap air, aliran muncul sesaat sebagai air terjun lalu hilang ketika hujan berhenti," kata Badan Geologi.
Masyarakat diminta untuk tak perlu khawatir dan panik oleh kemunculan fenomena tersebut.
"Akan tetapi masyarakat diimbau untuk tetap waspada saat hujan lebat, khususnya di lereng curam dan tebing karena pada kondisi seperti itu, potensi bahaya yang perlu diantisipasi justru adalah jalan licin dan material yang terbawa oleh limpasan air," demikian keterangan Badan Geologi.
Trending Now