Badan Geologi Tegaskan Gunung Batu Tak Mungkin Meningkat Ratusan Meter
27 Agustus 2025 14:54 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Badan Geologi Tegaskan Gunung Batu Tak Mungkin Meningkat Ratusan Meter
Menurutnya, tidak mungkin peningkatan gunung sampai ratusan meter hanya karena gempa bumi. Namun, lanjut dia, yang mungkin terjadi adalah pergeseran Sesar Lembang. kumparanNEWS

Penyelidik Bumi Ahli Utama Badan Geologi Supartoyo menegaskan ada yang keliru soal penerimaan informasi terkait Gunung Batu di Bandung Barat meningkat 120-460 meter. Menurutnya, tidak mungkin gunung terangkat dalam waktu singkat.
"Kalau menurut saya sih enggak kalau dia meningkat sekarang sampai setinggi itu enggaklah, itu kan proses geologi. Jadi proses geologi itu kan melibatkan kurun ini dimensi ruang dan waktu. Itu umurnya kan sekitar 500 ribu tahun yang lalu, itu kan lava. Lava komposisinya dari erupsi gunung api, kemudian dia mengendap sesuai dengan topografinya," kata Supartoyo pada Rabu (27/8).
"Lalu seiring dengan perjalannya waktu, itu kan ada yang lava kemudian mendingin lalu mengeras. Kemudian ada juga batuan-batuan di sekitarnya yang lebih lunak kan. Nah yang lebih lunak ini mungkin dia gampang tererosi, terkikis gitu," sambungnya.
Menurutnya, tidak mungkin peningkatan gunung sampai ratusan meter hanya karena gempa bumi. Namun, lanjut dia, yang mungkin terjadi adalah pergeseran Sesar Lembang.
Gunung Batu memang berada di zona Sesar Lembang.
"Tapi yang jelas apalagi ini di zona Sesar Lembang ya, ya pasti ada pergerakan. Ya mungkin selain itu juga ada proses erosi yang berlangsung sehingga hal ini terbentuk seperti sekarang," ujarnya.
Sebenarnya yang pertama kali menjelaskan soal ini adalah Peneliti BRIN Mudrik Rahmawan Daryono. Selaras dengan Supartoyo, menurut Mudrik yang terjadi adalah bukan kenaikan dari morfologi Gunung Batu. Namun pergerakan Sesar Lembang yang diakibatkan gempa sejak lama di kawasan tersebut.
"Secara keseluruhan pergeseran Sesar Lembang ketemu pergeseran mengiri (bergeser ke sebelah kiri) sebesar 120 meter, dan juga yang paling besar itu 460 meter ke kiri juga. Kemudian beda tingginya yang menyebabkan naiknya sisi utara dan selatan Sesar Lembang sampai 100 meter," kata Mudrik terpisah.
Posisi Gunung Batu berada di KM 16 Sesar Lembang. Ia membentang sepanjang 29 km.
Ia menegaskan, gempa yang terjadi di area tersebut membuat morfologi Sesar Lembang berubah. Tidak bisa dijelaskan rinci perbedaan tahun dari kapan sampai kapan.
Menurut Mudrik, perbedaan yang terjadi terlihat hingga 40 cm. "Jadi beda tingginya sisi selatan dan utara naik sedikit demi sedikit sampai 100 meter. Naiknya itu event gempa 40 cm, 40 cm itu menjadi acuan besar magnitudo gempanya berapa besarnya.
"Itu diukur paleosesimologi beda 40 cm ini. 40 cm ini magnitudo gempanya 6,5 sampai 7 magnitudo," jelas dia.
Dari besaran pergeseran ini, hanya bisa dihipotesakan umur batuan di sekitar Gunung Batu 22 ribu sampai 40 ribu tahun. Sementara kecepatan pergeseran Sesar Lambang atau slip rate itu 1,9 sampai 3,45 milimeter per tahun.
