Banjir Bali: 2 Warga Jembrana Tewas, 200 Orang Mengungsi
10 September 2025 13:17 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Banjir Bali: 2 Warga Jembrana Tewas, 200 Orang Mengungsi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan banjir yang melanda Bali pada Selasa (9/9) malam. Banjir dipicu hujan deras.kumparanNEWS

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan banjir yang melanda Bali pada Selasa (9/9) malam. Banjir dipicu hujan deras.
BNPB menuturkan, berdasarkan laporan dari BPBD setempat, beberapa wilayah terendam banjir yakni Kabupaten Jembrana, Gianyar, Tabanan, Klungkung, dan Kota Denpasar.
"Data sementara yang diterima BNPB pada Rabu (10/9) pukul 11.30 WIB menyebutkan 2 warga meninggal dan 103 KK (200 jiwa) terdampak di Kabupaten Jembrana," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Selain itu, BPBD mencatat 85 warga mengungsi di beberapa titik di Kabupaten Jembrana, di antaranya pos balai Desa Yeh Kuning 10 jiwa, pos balai banjar Yeh Kuning 10 jiwa, musala Assidiqie 40 jiwa dan musala Darul Mustofa 25 jiwa.
"Sedangkan di Kabupaten Klungkung, sebanyak 104 KK (432 jiwa) jiwa terdampak," ucap Muhari.
Sementara untuk wilayah lain, masih dalam proses pendataan BPBD setempat.
BPBD setempat masih melakukan upaya penanganan darurat. BPBD Bali turut mendukung BPBD kabupaten dan kota untuk memastikan penanganan darurat berjalan baik.
Kondisi terkini, banjir masih menggenangi wilayah-wilayah terdampak. BNPB memantau situasi penanganan banjir dan berkoordinasi dengan BPBD setempat.
"Melihat pemantauan potensi cuaca, wilayah Bali pada hari ini (10/9) hingga pukul 16.00 Wita masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang," ucap Muhari.
"Peringatan dini cuaca teridentifikasi berada di beberapa wilayah Bali, seperti Kabupaten Tabanan, Badung, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, Buleleng dan Kota Denpasar," tutur dia.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bahaya hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, maupun angin kencang.
Warga dapat memantau informasi cuaca dari sumber resmi pemerintah untuk kesiapsiagaan.
