Banjir dan Longsor di Sri Lanka Tewaskan 56 Orang, 21 Masih Hilang

28 November 2025 18:50 WIB
Β·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir dan Longsor di Sri Lanka Tewaskan 56 Orang, 21 Masih Hilang
Sebanyak 21 warga Sri Lanka lainnya masih belum ditemukan.
kumparanNEWS
Seorang pria berdiri di dekat pohon yang tumbang setelah hujan deras di Kelaniya, Sri Lanka, Jumat (28/11/2025). Foto: Thilina Kaluthotage/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Seorang pria berdiri di dekat pohon yang tumbang setelah hujan deras di Kelaniya, Sri Lanka, Jumat (28/11/2025). Foto: Thilina Kaluthotage/Reuters
Banjir besar dan tanah longsor menyebabkan 56 orang tewas di seluruh Sri Lanka, Jumat (28/11). Sebanyak 21 warga lainnya masih belum ditemukan.
Untuk mempermudah upaya pencarian dan pemberian bantuan, Pemerintah Sri Lanka mengerahkan militer.
β€œHelikopter, perahu Angkatan Laut, dan ribuan prajurit dikerahkan untuk mengevakuasi warga desa yang terdampar di beberapa bagian negara,” kata Pusat Penanggulangan Bencana (DMC), seperti dikutip dari AFP.
Seorang pengendara sepeda motor mendorong motornya saat banjir di Kelaniya, Sri Lanka, Jumat (28/11/2025). Foto: Thilina Kaluthotage/Reuters
Menurut laporan DMC, hujan deras turun di seluruh Sri Lanka seluas 65 ribu kilometer persegi. Di sejumlah wilayah, curah hujan mencapai 360 milimeter dalam 24 jam.
Salah satu sungai di Sri Lanka, Kelani, diprediksi akan meluap pada Jumat malam ini. Akibatnya, warga di sekitar sungai diminta mengungsi ke wilayah lebih tinggi.
Terkait korban jiwa, dari total 56 korban yang tercatat, DMC melaporkan sebanyak 26 tewas karena tertimbun longsor di kebun teh kawasan Badulla, Sri Lanka tengah.
Seorang pria kehilangan keseimbangan saat mengendarai sepeda saat banjir di Kelaniya, Sri Lanka, Jumat (28/11/2025). Foto: Thilina Kaluthotage/Reuters
β€œSebanyak 21 orang lainnya hilang dan lebih dari 14 dirawat di rumah sakit,” kata DMC.
Banjir dan longsor juga merusak hampir tiga ribu rumah di sana. Selain itu, hampir 15 ribu warga dievakuasi ke tempat penampungan sementara.
Trending Now