Banjir-Longsor: Dony Oskaria Minta BUMN Turun Tangan, Polda Usut Pembalakan Liar
29 November 2025 19:51 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Banjir-Longsor: Dony Oskaria Minta BUMN Turun Tangan, Polda Usut Pembalakan Liar
Dony Oskaria meminta seluruh BUMN membantu korban banjir di Sumatera. Selain itu, dia juga mendesak polisi mengusut dugaan pembalakan liar yang diduga turut memicu bencana.kumparanNEWS

Bencana banjir dan longsor melanda, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir.
Dampak banjir merambah ke pemukiman warga dan merusak infrastruktur penting serta akses jalan utama terputus. Lebih parahnya lagi dampaknya ratusan korban jiwa dan masih ada yang belum ketemu.
Kepala BP BUMN (Badan Pengatur Badan Usaha Milik Negara) Dony Oskaria meminta seluruh BUMN membantu korban banjir di Sumatera. COO Danantara ini menegaskan, koordinasi tanggap darurat harus berjalan cepat dan tepat sasaran.
βKepada seluruh BUMN agar ikut membantu saudara kita melalui BUMN Peduli,β ujar Dony Oskaria kepada wartawan, Sabtu (29/11).
Dalam sebuah video yang ramai di media sosial, terlihat ada rekaman video air bah membawa potongan kayu. Kuat dugaan hal tersebut merupakan dampak karena masif pembalakan liar di daerah hulu sungai.
Dony Oskaria mendesak polisi mengusut tuntas perusakan hutan yang memicu bencana.
Menurutnya, banjir tidak terjadi secara alami sepenuhnya. Ia menilai pembalakan liar 99 persen memicu kerusakan hutan dan memperparah aliran air.
βBanjir bandang di Sumbar, Sumut dan Aceh ini terjadi akibat pembalakan hutan. Tangan manusia yang membuat bencana ini. Kapolda di tiga daerah itu harus usut perusakan hutan liar di Sumbar,β jelas Dony.
Selain itu, Dony menegaskan pentingnya percepatan penanganan untuk mengurangi risiko bencana lanjutan.
Dony Oskaria mengingatkan, cuaca ekstrem masih berpotensi memicu longsor baru. Seluruh pihak diminta tetap waspada dan mengikuti instruksi otoritas resmi.
Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama.
"Saya berharap kapolda segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Kerja cepat dan terarah dinilai menentukan keberhasilan pemulihan Sumatera. Dengan demikian, seluruh pihak dapat bergerak dalam satu komando dan fokus pada penyelamatan warga,"ujarnya
