Banten Dilanda Banjir: Makam Terendam, Mobil Hanyut, Lansia Dievakuasi

3 Januari 2026 9:28 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banten Dilanda Banjir: Makam Terendam, Mobil Hanyut, Lansia Dievakuasi
Hujan deras di wilayah Provinsi Banten pada Jumat sore hingga malam (2/1) mengakibatkan banjir di sejumlah daerah. Di Kota Cilegon, misalnya, Jalan Lingkar Selatan (JLS) terendam banjir.
kumparanNEWS
Sejumlah petugas membersihkan sisa air yang masuk ke dalam Kompleks Banten Lama di Kota Serang, Banten, Jumat (2/1/2026). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah petugas membersihkan sisa air yang masuk ke dalam Kompleks Banten Lama di Kota Serang, Banten, Jumat (2/1/2026). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Hujan deras di wilayah Provinsi Banten pada Jumat sore hingga malam (2/1) mengakibatkan banjir di sejumlah daerah. Di Kota Cilegon, misalnya, Jalan Lingkar Selatan (JLS) terendam banjir.
Derasnya aliran air bahkan membuat satu unit mobil sedan dan sejumlah lapak pedagang hanyut di Perempatan Cilurah, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan, Cilegon.
Kondisi Kawasan Masjid Banten Lama terendam banjir di Kota Serang, Banten, Jumat (2/1/2026). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
“Curah hujan cukup tinggi, ditambah kondisi pasang air laut. Jadi air yang menuju ke laut itu tertahan dan berbalik karena kondisinya sedang pasang,” kata Wali Kota Cilegon Robinsar.

Makam Terendam

Makam di Masjid Agung Banten Lama terendam banjir, Jumat (2/1/2026). Foto: Dok. Istimewa
Di Kota Serang, banjir melanda kawasan Masjid Agung Banten Lama.
Plt Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan air setinggi 10-20 sentimeter masuk ke pelataran masjid dan merendam sejumlah makam.
“Masih banjir, ketinggian air semata kaki (di pelataran masjid),” kata Diat, Jumat (2/1) malam.
Ia menjelaskan air berasal dari luapan kali serta drainase yang tersumbat di sekitar kawasan Masjid Agung Banten Lama.
Makam di Masjid Agung Banten Lama terendam banjir, Jumat (2/1/2026). Foto: Dok. Istimewa
Warga setempat, Iman, mengatakan ratusan makam sempat terendam banjir, namun makam para sultan tetap aman.
“Dari sore air naik, pada kerendam ini makam, ada kali ratusan (yang terendam). Tapi kalau makam para sultan sih aman, karena posisinya tinggi,” kata Iman.
“Sekarang sudah mulai surut, tinggal lantai doang masih tergenang. Mudah-mudahan hujan reda biar air ga naik lagi,” imbuhnya.

Puluhan Lansia Dievakuasi

Warga menaiki perahu menerobos banjir di Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat (2/1/2026). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Di Kroya Indah, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, banjir melanda pada sekitar pukul 22.30 WIB. Ketinggian air mencapai paha orang dewasa.
Camat Kasemen, Sugiri, mengatakan sekitar 300 KK di tiga RT terdampak banjir akibat meluapnya Kali Mati.
Tak hanya itu, sejumlah kelurahan lain di Kecamatan Kasemen juga terdampak.
“Ada 300-an KK yang terdampak, di Kroya Indah ini ada 3 RT. Nanti di Kelurahan Sukadiri masih ada (yang terdampak), Kelurahan Kasemen, Sindangsaru, Kelurahan Kasunyatan, Keradenan sampai Puri Keraton,” kata Sugiri.
Sejumlah warga mengungsi di Masjid Jami Al Hidayah akibat banjir di Kasemen, Kota Serang, Banten, Jumat (2/1/2026). Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Sugiri menyebut pihaknya mengevakuasi puluhan lansia dan warga sakit menggunakan perahu untuk mengantisipasi kenaikan debit air.
Sejumlah lansia dievakuasi menggunakan perahu saat banjir di Kota Serang, Jumat (2/1/2026). Foto: Dok. Istimewa
“Proses evakuasi kita utamakan yang lansia, yang sakit kita bawa ke tempat penampungan, tadi sudah dibawa sama teman-teman PMI dengan bantuan perahu BPBD. Dan bagi warga yang mau dievakuasi kita siapkan perahu karet, ada puluhan yang sudah dievakuasi, jumlahnya kita belum data,” ungkapnya.
“Kalau ngungsi kita sudah siapkan tempat di SMP Syaibul Barokah,” imbuh Sugiri.
Data BPBD Kota Serang menunjukkan bahwa banjir melanda empat kelurahan di Kecamatan Kasemen dan berdampak pada 417 rumah serta 1.789 jiwa.
Trending Now